Delapan Panel Listrik RSUD Kota Tangerang Terbakar, Ketua DPRD: Jangan Dibuat Satu Pararel

oleh
Ketua DPRD Kota Tangerang, Suparmi saat meninjau lokasi kebakaran di RSUD Kota Tangerang, Selasa (26/02/2019)

Monitor,Kota- Peristiwa kebakaran di RSUD Kota Tangerang yang terjadi pada Senin (25/02/2019) malam, sekitar pukul 23:00 WIB, diduga adanya konsleting pada panel listrik.

Informasi yang didapat, sebanyak 8 panel listrik di rumah sakit plat merah tersebut terbakar. Kerusakan paling parah terjadi di lantai 2 dan 6.

“Panel ini yang terbakar ada 8, saya sih mengusulkan bagaimana panel ini kalau satu terbakar maka tidak terbakar semua, sehingga tidak mengganggu pelayanan yang lainnya, kalau ini kan semua terbakar. Nah mudah-mudahan Pak Direktur ini saya menyampaikan untuk tidak dibuat satu paralel ya, sehingga tidak semua menjalar,” kata Ketua DPRD Kota Tangerang, Suparmi saat meninjau kebakaran di RSUD Kota Tangerang, Jalan Putri Raya, Kelurahan Kelapa Indah, Kecamatan Tangerang, Selasa (26/02/2019).

 

Baca Juga: Panel Listrik Terbakar, RSUD Kota Tangerang Sementara Berhenti Beroperasi

 

Kendati demikian, Suparmi bersyukur pasien dapat dievakuasi. Suparmi berharap perbaikan RSUD dapat segera selesai.

“Kita tinjau ini kenapa, karena takut ada pasien-pasien yang belum terevakuasi, ternyata tadi Pak Direktur (dr. Feriansyah) kita sudah lihat kondisi panel yang terbakar juga kondisi di dalam, pasien sudah dievakuasi semua sejumlah kurang lebih 156,” imbuhnya.

Ditempat yang sama, Direktur Utama RSUD Kota Tangerang dr. Feriansyah menyatakan, rumah sakit ini sudah berstandar nasional. Pembagian panel listrik yang dimaksud Suparmi, kata Feriansyah, juga sudah dilakukan.

“Proses untuk pembagian panel sudah kita lakukan, tadi memang ini yang masih ada kabel utama, kabel utama masih menyatu dari lantai 1 sampai lantai 8, nah ini yang terjadi kebakaran,” jelasnya.

Saat ini, lanjutnya, masih dilakukan investigasi untuk memastikan penyebab kebakaran termasuk tingkat kerusakan RSUD. Dia berharap proses itu bisa cepat selesai.

“Tapi sedang dilakukan investigasi dan identifikasi oleh temen-temen tim, baik dari kepolisian terus tim dari pemerintah kota, begitu juga dari internal kami pihak RS, jadi sedang diidentifikasi dan melihat sejauh mana tingkat kerusakan yang terjadi. Mudah-mudahan sih bisa lebih cepat,” tuturnya.

Dia menambahkan, kerusakan paling parah akibat kebakaran ini ada di lantai 2 dan 6. “Di kabel utama, di lantai 2 dan lantai 6, itu yang paling parah,” ucapnya.

Sementara itu, 156 pasien dievakuasi ke 23 RS yang tersebar di wilayah kota dan Kabupaten Tangerang. Di antara RS Siloam dan RSUD Balaraja, dan 3 puskesmas perawatan.

RSUD Kota Tangerang saat ini tutup total sementara. Feriansyah memperkirakan perbaikan paling cepat membutuhkan waktu seminggu.

“Paling cepat itu 7 hari, tapi kita minta kalau bisa jangan terlalu lama lah, karena ini kan terkait dengan masyarakat Kota Tangerang ya, seperti itu,” pungkasnya. (ben)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *