Monitor, Tangsel- Dinas Kesehatan bersama Gugus tugas Covid -19 terus berupaya mencari sumber penyebaran Covid-19 diwilayah Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Hingga Jumat (1/5/2020) terlapor sebanyak 4.099 orang yang telah menjalani rapid test Covid -19 berdasarkan nama dan alamat.
Juru bicara gugus tugas Covid-19 Kota Tangsel, Tulus Muladiyono, menjelaskan, Pemkot Tangsel telah menerima alat rapid test sebanyak 5.611 dan per 1 Mei 2020 alat rapid test sebanyak 4.099 , alat yang invalid sebanyak 24. Hasil dari rapid untuk negatif Sebanyak 3.953 dan reaktif sebanyak 122, sedangkan alat yang tersisa sebanyak 1.512.
“Rapid test ini dilakukan di rumah sakit sebanyak jumlah : 1.373, Presentase: 33,7 persen, Negatif: 1332 (33,7persen), reaktif: 41 (33,6 persen). Puskesmas sebanyak jumlah : 2.045
Presentase: 50,2 persen Dimana hasilnya Negatif: 1.976 (50 persen), reaktif: 41 (56,6 persen),” ungkapnya.
Sedangkan di Labkesda sebanyak Jumlah : 333
Presentase: 8,2 persen, hasil Negatif: 333 (8,4persen), reaktif: 0 (0 persen). Dinkes sebanyak jumlah : 324 Presentase: 8,0 persen, Negatif: 312 (7,9 persen) Dan Reaktif: 12 (9,8 persen).
“Total sebanyak 4075 dengan Presentase: 100 persen, hasil Negatif: 3.953 (100persen) Dan Reaktif: 122 (100 persen),” jelasnya.
Sedangkan untuk rapid test yang dilakukan dari Provinsi Banten dilakukan di Pondok Aren Sebanyak 247 yang dirapid dengan hasil positif 1,negatif sebanyak 245 dan invalid 1, Jombang sebanyak 331 dengan hasil positif sebanyak 4 ,negatif Sebanyak 324 ,invalid sebanyak 3, Lengkong Gudang Timur sebanyak 252 dengan hasil positif 0 negatif Sebanyak 249,invalid sebanyak 3.
Pasar Serpong sebanyak 150 dengan hasil negatif Sebanyak 149, reaktif sebanyak 1,invalid 1, untuk di Pasar Modern BSD yang telah dirapid sebanyak 350 dengan hasil negatif sebanyak 347, reaktif 0 , invalid 3. Untuk di Pasar Modern Bintaro sebanyak 252 dengan hasil negatif Sebanyak 247 dan reaktif sebanyak 5 invalid 0, Sedangkan di Pasar Ciputat sebanyak 226 dengan hasil reaktif 0 negatif Sebanyak 266 invalid 0.
Tulus menjelaskan Rapid test bukan penentu utama seseorang dinyatakan terinfeksi virus corona atau tidak. Bagi yang dinyatakan reaktif berdasarkan rapid test, masih harus melanjutkan tes dengan metode swab menggunakan alat Polymerase Chain Reaction (PCR).
Rapid test dilakukan dengan menggunakan spesimen darah untuk pengujian virus corona di tubuh seseorang. Sementara tes swab lewat PCR atau genome sequencing dilakukan dengan menguji lendir dari tenggorokan, kerongkongan, atau hidung.(hms/mt01)