Airin Libatkan Perguruan Tinggi Bantu Penanganan Medis Covid-19 di Tangsel

oleh -174 views
Wali Kota Tangsel, Airin Rachmi Diany

Monitor, Tangsel- Peningkatan jumlah kasus Covid-19 di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) berjalan tak terbendung. Tiap hari terjadi penambahan, baik yang berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP), bahkan hingga pasien positif Corona dan yang meninggal dunia.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, fasilitas kesehatan seperti RSU hingga Puskesmas Pamulang yang dialihfungsikan membantu menangani PDP, kewalahan karena terbatasnya tenaga medis dan kapasitas ruang perawatan.

Belum lagi nanti jika penempatan Rumah Sakit Aria Sentra Medika, Kedaung, Pamulang, resmi beroperasi khusus menangani PDP dan positif Corona, sudah barang tentu sangat dibutuhkan tenaga medis dengan jumlah memadai.

Mengatasi itu, Wali Kota Airin sendiri mengaku telah menjalin kerjasama dengan sejumlah perguruan tinggi negeri dan swasta guna membantu penanganan medis. Di antaranya adalah UIN Jakarta, Universitas Muhamadiyah Jakarta (UMJ), Universitas Pamulang, dan Stikes.

“Fakultas kedokteran UIN, dengan Bu Rektornya sudah kita komunikasikan. Dengan Unpam yang dia punya teknik kimia untuk melakukan pengolahan disinfektan dan yang lainnya, terus dengan beberapa UMJ kedokteran juga sudah kita komunikasikan, dan Stikes juga sudah,” kata Airin di Balai Kota Tangsel, Ciputat, Selasa (7/4/2020).

Meskipun disamping itu, Dijelaskan dia, kerjasama juga telah dilakukan baik dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Ikatan Dokter Indonesia (IDI), serta beberapa organisasi profesional kedokteran lainnya.

“Semuanya, jadi dari PPNI, dari IDI, dari beberapa organisasi profesional kedokteran juga sudah kita libatkan,” terangnya.

Penanganan medis Covid-19 memang harus mencakup banyak hal, terutama adalah perlindungan bagi tenaga medis dengan kelengkapan Alat Pelindung Diri (APD). Masalahnya, kelengkapan itu jumlahnya sangat terbatas.

Meskipun berbagai pihak telah membantu pengadaan APD secara swadaya dan terbatas, lalu menyerahkannya kepada tenaga medis yang bekerja. Tak jarang, pemakaian APD oleh tenaga medis banyak juga yang terlihat tak layak, atau terkesan serampangan seadanya.

Gugus Tugas Covid-19 mengupdate data terbaru hari ini, di mana tercatat sudah 36 jiwa meninggal dan 203 pasien tengah dalam perawatan intensif. Sementara 36 pasien yang meninggal itu terdiri dari 11 berstatus positif Corona dan 25 PDP.

Sedangkan rincian total 203 pasien yang masih dalam perawatan itu terbagi dari 160 jiwa berstatus PDP dan 43 jiwa positif Corona. Sedangkan total ODP berjumlah 434 orang, dan total pasien yang dinyatakan sembuh sebanyak 18 jiwa.(bli)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *