Aksi Heroik Siswa SMK di Tangsel, Bekuk Pelaku Begal Bersajam Yang Belasan Kali Beraksi

oleh -
Polisi saat membawa pelaku begal (Dayat) dari amukan massa, Kamis (26/7/2018)

Monitor, Tangsel- Aksi sejumlah pelajar dari SMKN 1 Kota Tangerang Selatan (Tangsel) ini patut diacungi jempol, keberanian mereka dalam membekuk salah satu komplotan begal telah mengungkap rangkaian kasus yang dialami oleh banyak korban di lokasi yang sama.

Pelaku yang ditangkap diketahui bernama Dayat (21), dia dan 3 rekannya kerap mengincar anak-anak sekolah yang tengah mengendarai sepeda motor. Saat beraksi, pelaku yang berjumlah 4 orang itu berboncengan mengendarai 2 unit sepeda motor.

Untuk memperdaya korbannya, komplotan begal itu berdalih jika salah satu motor mereka mogok dan kehabisan bensin. Selanjutnya, mereka berpura-pura meminjam motor korban untuk ‘menyetut’ (mendorongnya) dari belakang, sedangkan posisi korban duduk dibonceng di bagian belakang.

Kejadian dialami korbannya berinisial, HM (17), pada Rabu 25 Juli 2018 sekira pukul 15.30 WIB. Siswa kelas 3 SMKN 1 Tangsel itu sedang melintas di Jalan Suka Karya, Serua, Ciputat. Tiba-tiba muncul komplotan pelaku, salah satunya meminta tolong kepada korban untuk membantu mendorong motor ke daerah Bintaro.

“Jadi teman saya itu (korban) lagi pulang sekolah, terus si pelaku minta tolong dianter ke Bintaro karena motornya mogok sama habis bensin, minta didorong. Karena kasihan, ya akhirnya dibantu, temen saya dibonceng di belakang, jadi pelaku semua ada 4 orang naik 2 motor,” terang FM (17), rekan korban di SMKN 1 Tangsel, Jumat (27/7/2018).

Ditengah perjalanan, tambah FM, rupanya pelaku yang membonceng korban menanyakan banyak hal dengan nada mengintimidasi. Karena curiga, korban lantas melompat dari kendaraan seraya mencopot kunci kontak sepeda motornya merek Honda Beat berwarna putih.

“Teman saya ini curiga, 4 orang pelaku itu seperti mengancam, jadi teman saya langsung loncat sambil menarik kunci kontak. Habis itu mereka kabur, jadi itu pura-pura doang motornya mogok. Motor teman saya jatuh, terus teriak maling ke arah pelaku, jadi motor nggak berhasil diambil mereka,” imbuhnya.

Keesokan harinya, Kamis 26 Juli 2018 sore, rupanya korban, HM, memergoki pelaku Dayat yang sedang asyik nongkrong di warung rokok di daerah Ciater, Serpong. Lantas korban berinisiatif menghampirinya untuk memastikan upaya pembegalan yang dialami pada Rabu sore.

“Waktu ditanyain soal kejadian kemarin, dia (pelaku) malah ngeluarin pisau sambil ngancam. Akhirnya teman saya itu (korban), langsung lari kasih tahu ke kita, terus ramai-ramai kita datangi ke warung tempat pelaku nongkrong. Disana pelaku langsung lari, terus kita teriaki begal, kita kejar, terus berhasil kita tangkap, dia ngelawan pakai pisau, tapi ya berhasil kita lumpuhkan,” ucap FM, yang didampingi oleh rekan sekolahnya yang juga turut serta meringkus pelaku.

Menyaksikan itu, mulanya warga sekitar menganggap duel antara sekira 6 pelajar melawan pelaku yang bersajam sebagai aksi tawuran. Namun setelah diketahui jika itu adalah pelaku begal, selanjutnya warga berdatangan dan turut membekuk pelaku. Beberapa diantaranya bahkan sempat emosi, dan menghadiahi bogem mentah kepada Dayat.

“Awalnya kita kejar-kejaran, sampai masuk kampung segala macem, terus warga juga mengira kita itu lagi tawuran. Tapi kita jelasin, akhirnya warga langsung bantuin kita menangkap pelaku,” tukas FM.

Sementara Kapolsek Serpong, Kompol Dedi Kurniawan, menjelaskan, komplotan pelaku memang mengincar kalangan pelajar sebagai korbannya. Bahkan berdasarkan laporan dan keterangan yang diterima, pelaku telah 15 kali beraksi dengan modus yang sama, yakni berpura-pura motornya mogok dan kehabisan bensin.

“Sebelum beraksi pada korban berinisial HM ini, ternyata pelaku juga sebelumnya berhasil merampas motor dan handphone milik pelajar lainnya berinisial JW (13) di daerah Serua, Ciputat,” terang Dedi.

Pelaku Dayat kini telah dilimpahkan penanganannya dari Mapolsek Serpong ke Mapolsek Ciputat. Dia dijerat Pasal 363 tentang Pencurian disertai pemberatan, dengan ancaman kurungan penjara diatas 5 tahun.(bli)

Tinggalkan Balasan