Alih Fungsi Lahan Disebut Sebagai Salah Satu Penyebab Banjir di Pantura

oleh -
Salah satu kawasan terdampak banjir di Pantura Kabupaten Tangerang

Monitor, Kab.Tangerang, – Direktur Eksekutif Tangerang Utara, Budi Usman menyebutkan, bahwa situasi banjir di pemukiman warga di Kecamatan Pakuhaji, Teluknaga dan Kosambi, tidak hanya disebabkan karena curah hujan yang tinggi dan aliran sungai yang meluap. Tapi, minimnya lahan resapan air karena pesatnya pembangunan dan penimbunan lahan sawah produktif yang beralih fungsi juga menjadi salah satu penyebab banjir di wilayah pantai utara (Pantura) Kabupaten Tangerang.

“Seperti yang terjadi di daerah – daerah tersebut yang sebelum adanya pembangunan, lokasi itu berupa sawah dan lahan basah yang berfungsi menjadi resapan air dikala hujan turun kala itu,” ujar Budi Usman atau yang biasa dipanggil Budus ini, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (21/1/22)

Budus yang juga penggiat konservasi tata ruang mengungkapkan, banyak warga prihatin dan cemas banjir akan menggenangi rumah mereka saat musim hujan tiba.

“Pasalnya, kini tak ada lagi tempat untuk menampung air hujan,” ungkapnya.

Ia juga mendesak Balai Besar Cisadane Ciliwung dan Dirjen sumber daya air kementrian PUPR RI, untuk segera menormalisasi dan revitalisasi sungai dan anak sungai diwilayah utara Kabupaten Tangerang tersebut.

“Iya kami juga meminta dengan sangat kepada Bupati Tangerang serta pengawasan DPRD terhadap untuk melakukan moratorium alih fungsi lahan yang tidak terkendali,” paparnya.

Menurut Budus, Perda Perlindungan Lahan LP2B Provinsi Banten Nomor 5 Tahun 2014, sudah jelas di Pasal 11 ayat 1, bahwa luas lahan LP2B yang ditetapkan hanya 169.515,47 ha.

“Seharusnya alih fungsi lahan di Tangerang Utara yang tidak sesuai regulasi harus dicegah, kerena sudah diatur oleh pemerintah sesuai dengan UU No 41/2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan, PP No 1/2011 tentang Penetapan dan Alih Fungsi Lahan Pertanian, ” jelasnya.

Sebelumnya, Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar mengakui bahwa lokasi banjir di Kabupaten Tangerang saat ini, berada di hilir sungai atau anak sungai yang ada diwilayah Utara Kabupaten Tangerang.

“Kalau dilihat sekarang ini, lokasi-lokasi banjir berada di hilir semua atau di daerah Utara dimana aliran sungai dan anak sungai mau masuk ke laut,” kata Bupati Zaki saat menijau lokasi banjir di kawasan Sungai Turi, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, pada Kamis (20/1/22) kemarin.

Untuk mengatasi banjir, kata Zaki, Pemkab Tangerang akan mendorong normalisasi sungai dan anak sungai di kawasan Pantai utara (Pantura) tersebut.

“Untuk daerah selatan sudah tertangani dengan normalisasi, jadi nanti kita akan konsentrasi melalui progrm normalisasi sungai dan anak sungai yang ada diwilayah utara seperti Kosambi, Telukaga, Pakuhaji dan Kemiri, ” paparnya. (mt02)

Tinggalkan Balasan