Bakal Jadi Oase di Tengah Desa, Ini Perkembangan Proyek Graha Samawa

oleh -
Proyek Pembangunan Graha Samawa sebagai Pusat Pembinaan dan Pemberdayaan Yatim Dhuafa Desa Padurenan Kecamatan Gunung Sindur terus belanjut. (Foto: dok)

Monitor, Bogor- Berdiri megah di tengah kampung dan menjadi Oase di sebuah desa, itulah mimpi yang ingin diwujudkan para pendiri  Yayasan Samawa Peduli Berbagi (Samawa Foundation) membangun sebuah gedung berlantai 3 termasuk basement yang diberi nama Graha Samawa sebagai Pusat Pembinaan dan Pemberdayaan Yatim Dhuafa Desa Padurenan, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor.

Baca Juga : Ratusan Warga Hadiri “Ground Breaking” Graha SAMAWA

Kebahagiaan luar biasa tentunya, dapat berinteraksi bersama anak-anak binaan Samawa, terutama mereka yang berstatus yatim/piatu ataupun anak-anak kurang mampu di desa tersebut, melalui berbagai program kegiatan pembinaan dan pemberdayaan. Memanfaatkan fasilitas yang ada di Graha Samawa, mereka sebagai generasi masa depan bangsa akan dibimbing sesuai minat dan bakatnya agar kelak dapat hidup mandiri dan berbuat yang terbaik dilingkungan tempat tinggalnya.

Graha Samawa sebagai Pusat Pembinaan dan Pemberdayaan Yatim Dhuafa akan menjadi Oase di tengah desa

Relawan Samawa (volunteer) yang terintegrasi dengan sebutan GPS (Gerakan Pemuda Samawa)  dan tersebar di tiap lingkungan RT bertugas menjadi mata dan telinga Samawa Foundation. Pendataan secara detil terkait jumlah anak-anak kurang mampu, anak-anak yatim piatu dan para dhuafa akan dilakukan secara komprehensif. Selanjutnya, para relawan GPS berfungsi  sebagai jembatan  Samawa ketika menggelar berbagai kegiatan bakti sosial atau event ceremony yang bersifat akbar.

Penyelesaian pembangunan Graha Samawa sebagai pusat kegiatan tentu sangat mendesak agar semua program Samawa Foundation dapat berjalan lancar sesuai harapan. Progres saat ini, gedung  seluas 54 meter persegi yang peletakan batu pertamanya (ground breaking) dilakukan pada 11 November 2020, bertepatan dengan Milad Ke-2 Samawa Foundation baru mencapai  29,85 persen dari keseluruhan nilai proyek sebesar Rp444.634.000.

Ustadz Ahmad Suryadi (Ki Geboy) didampingi sejumlah tamu undangan memimpin doa saat acara peletakan batu pertama (grounbreaking) pembangunan Graha Samawa, Ahad(15/11/2020)

Ketua Tim Pembangunan Graha Samawa, H. Aang Solihudin, ST kepada monitortangerang.com menjelaskan bahwa pembangunan tahap selanjutnya adalah pengecoran lantai 1 yang diawali dengan pemasangan konstruksi besi WF (wide flange) yakni lempengan baja yang memiliki kekuatan tinggi.

Kebutuhan yang diperlukan sambung Ust. Aang, antara lain ;  baja wf 250 @7 batang x Rp 2. 928. 750,- , Baja wf 150 @20  batang  x Rp 1.386. 000,- Bondeck 0,75 @12 lbr x Rp 810. 000,- , lembaran kawat wiremesh 8 mm@ 6 lembar x Rp750.000.  Dengan total kebutuhan konstruksi baja lantai 1 sebesar Rp62. 441. 250.

“Semoga kita semua senantiasa diberikan kesehatan yang paripurna oleh Allah dan dilapangkan rezeki kita sehingga bisa terus menerus berbuat yang terbaik dan bermanfaat bagi orang lain,” ujarnya, Sabtu(26/6/2021).

Dia juga  mengajak seluruh sahabat untuk selalu berdoa dan berusaha agar kelanjutan progres pembangunan gedung Graha Samawa bisa terealisasi.  “Mari  kita doakan, semoga para donatur Yayasan Samawa senantiasa sehat selalu dan di berkahkan rezekinya. Aamiin,”pungkasnya.

Untuk diketahui bagi donatur yang ingin bersedekah membantu kelancaran proses pembangunan Graha Samawa dan Musala  yang nantinya berfungsi sebagai Pusat Pembinaan dan Pemberdayaan Yatim Dhuafa bisa disalurkan melalui rekening BRI No. 7087-01-010469-53-4  a/n Yayasan Samawa Peduli Berbagi. (mt01)

Tinggalkan Balasan