Bela Pasar Tradisional, Bacawalkot Muhamad Bakal Batasi Minimarket di Tangsel

oleh

Monitor, Tangsel- Bakal calon Wali Kota (Bacawalkot) Tangerang Selatan (Tangsel), Muhamad, berkomitmen akan membela keberadaan pasar tradisional dari kepungan minimarket yang kini jumlahnya mencapai ribuan unit.

Menurut Muhamad, sebenarnya sudah ada regulasi yang mengatur mengenai keberadaan minimarket, termasuk jarak dari pasar tradisional. Namun begitu, kini realitasnya justru minimarket tumbuh subur mengancam keberadaan pasar tradisional.

“Ini kan sudah seperti ini. Paling tidak, bertahan cukup seperti ini jangan ditambah lagi. Ini sudah sangat padat sekali, coba dihitung. Kadang di tengah pasar ada minimarket,” kata Muhamad usai pemaparan visi-misi bacawalkot oleh Partai Hanura di Remaja Kuring, Serpong, Tangsel, Rabu (12/2/2020) malam.

Sebagai contoh saja, pasar tradisional Ciputat yang berada persis di sisi bawah flyover Ciputat dikepung oleh keberadaan berbagai minimarket hingga hypermarket. Bahkan, beberapa toko modern itu berdiri megah tepat di bagian pintu masuk bagian belakang pasar.

Kondisi demikian sebenarnya telah melanggar ketentuan. Karena pada dasarnya, hal-hal yang berhubungan dengan pembuatan minimarket diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 112 tahun 2007 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan, dan Toko Modern.

Pepres itu menjelaskan, bahwa minimarket digolongkan sebagai toko modern. Pada Pasal 4 ayat (1) Perpres 112/2007 disebut, bahwa kehadiran dari minimarket harus memerhitungkan kondisi sosial ekonomi masyarakat sekitar. Disebutkan pula dalam Pasalnya, bahwa minimarket wajib memerhitungkan jarak dengan pasar tradisional yang telah ada.

“Tinggal dimoratorium aja perizinannya, disetop dulu. Sudah terlalu banyak. Kajiannya harus kita perketat, apa dampak positif dan negatif. Itu nanti untuk seluruh minimarket,” jelas Muhamad.

Dikatakan dia, keberadaan pasar tradisional harus dijaga demi menopang pula perekonomian masyarakat kecil dan menengah. Meskipun di sisi lain, bukan berarti pembatasan itu sama juga dengan menolak kehadiran minimarket di Tangsel.

“Jumlahnya mungkin sekarang ribuan (minimarket). Tapi kan nggak mungkin juga yang sudah ada sekarang dibongkar, paling nggak sudah cukuplah, kita kaji dulu untuk ke depannya melalui moratorium itu,” ungkapnya.

Di antara sekian banyak calon Wali Kota Tangsel, Muhamad merupakan calon terkuat dengan dukungan mayoritas masyarakat pribumi. Kematangannya mengabdi sebagai birokrat di berbagai posisi, membuat banyak program visi-misinya yang memberi terobosan bagi Tangsel ke depan.(bli)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *