BPN Tangsel : 2017, Pembebasan Lahan Tol Serpong-Cinere Rampung

oleh

TANGSEL, MT-  Rencana pembangunan Tol Serpong-Cinere dan Serpong-Kunciran yang akan menelan ribuan bidang lahan, hingga kini masih proses pembebasan lahan milik warga. Sementara ini, lahan milik warga yang sudah dibebaskan baru mencapai 1.117 bidang.

Data dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Tangerang Selatan(Tangsel), sebanyak 2.164 bidang lahan yang harus dibebaskan untuk ruas tol Kunciran Serpong. Tercatat sejak Juni 2015 hingga September 2016 ini sudah 940 bidang lahan yang telah dibebaskan.

Kasubsi Pengaturan Tanah BPN Kota Tangsel, Gholib mengatakan, dari 940 bidang lahan untuk proyek tol Serpong-Kunciran itu, jika dirupiahkan bisa mencapai Rp 900 miliar.

“Untuk 940 bidang lahan itu mencapai 900 miliar rupiah lebih. Anggarannya dari Kementerian Pekerjaan Umum(PU),” katanya, Selasa, (6/9/2016)di Serpong.

Sementara untuk ruas tol Cinere-Serpong, sambung Gholib, ada 1.899 bidang lahan yang terkena pembebasan lahan proyek Kemen PU. Hingga kini, tercatat baru 177 bidang lahan yang dibebaskan, dengan nilai rupiah mencapai Rp230 miliar.

“Tim masih terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat yang lahannya terkena pembebasan lahan tol. Kami upayakan agar masyarakat segera melengkapi surat-surat kepemilikan tanahnya agar dapat langsung dibayarkan,” bebernya.

Diakui Gholib, ada beberapa kendala di lapangan yang dihadapi tim pembebasan lahan. Antara lain, kurang pahamnya masyarakat terkait data kepemilikan tanah dan masalah keuangan untuk membayar ganti rugi lahan yang disiapkan oleh Kemen PU.

“Yang pasti, kami terus melakukan pendataan, lalu dilakukan validasi data. Setelah itu, data (lahan) yang lengkap langsung diajukan ke PU untuk dibayarkan,” terangnya.

Kepala BPN Kota Tangsel, Asnawati menambahkan proses pembebasan lahan dua ruas tol tersebut terus berjalan. Hingga saat ini, progres paling signifikan tercatat di Kelurahan Jombang, Ciputat yang proses pembebasan lahannya hampir 100 persen.

“Terbanyak yang sudah dibebaskan di Jombang hampir 100 persen, total 71 miliar rupiah. Untuk wilayah lain masih terpecah, tidak terlalu menonjol,” tandasnya.

Bicara soal target pembebasan lahan, ia mengaku berdasarkan aturan yang berlaku jangka waktu pembebasan lahan harus rampung dalam tempo dua tahun. Untuk dua ruas tol itu, menurutnya harus rampung pada Juni 2017 mendatang.

“Targetnya dua tahun, sesuai Undang-undang. Kita mulai dari Juni 2015 dan diupayakan Juni 2017 sudah rampung, dan bisa diperpanjang satu tahun. Tapi kami upayakan agar pembebasan tepat waktu,” urainya. (mt02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *