BPOM Banten Temukan Usus Berformalin di Pasar Anyar Tangerang

oleh

BPOM Banten Temukan Usus Berformalin di Pasar Anyar Tangerang

Monitor, Kota- Badan Pemeriksa Obat dan Makanan (BPOM) Banten, menemukan kandungan formalin di usus ayam yang dijajakan pedagang Pasar Anyar, Kota Tangerang. Hal tersebut terungkap saat BPOM bersama Kementerian Perdagangan dan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melakukan operasi pasar, pada Sabtu, (11/05/2019)

Kepala BPOM Banten, Sukriadi Darma mengatakan, dari 20 sampling bahan makanan yang diperiksa dari para pedagang di Pasar Anyar ditemukan adanya kandungan formalin yang cukup besar dari usus ayam.

“Sumbernya dari satu titik pedagang,” kata Darma di lokasi.

Atas temuan tersebut, Sukriadi menjelaskan, pihaknya akan memeriksa pedagang untuk mengetahui asal muasal produk tersebut diperoleh. Tindakan tegas pun juga diberikan pihaknya kepada pedagang yang kedapatan menjajakan usus berformalin tersebut.

“Karena dengan kadar yang besar tersebut, kami menduga proses pencampurannya dilakukan dengan cara asal. Barangnya sudah kami tarik agar tidak dikonsumsi,” ucap Sukriadi.

Untuk memberikan efek jera, pihaknya akan bekerja sama dengan Satpol PP Kota Tangerang dan PD Pasar untuk memberikan pembinaan terhadap pedagang.

“Pedagang tersebut juga harus koperatif menunjukkan dimana barang tersebut diperoleh dan tidak diperbolehkan menjajakan produk tersebut karena membahayakan konsumen,” tegas Sukriadi.

Dalam Undang-Undang Nomor 18 tahun 2012 dijelaskan, bagi pelaku usaha atau industri yang kedapatan menjajakan bahan pangan berbahayan diancam hukuman penjara selama 2 tahun dan denda sebesar Rp4 Miliar.

Selain di Kota Tangerang, BPOM Banten juga mendapati adanya bahan makanan mengandung formalin di Pandeglang.

Sukriadi mengaku, pihaknya telah melakukan komunikasi, edukasi, dan informasi ke masyarakat untuk menjadi konsumen cerdas sebelum masuk bulan ramadhan. Selain itu, ia meminta agar pelaku usaha memproduksi makanan  aman dan bermutu.

Sukriadi berharap agar Dinas Kesehatan dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan setempat bersinergi (menjalani program) pengawasan makanan. (ben)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *