Dampak Gerhana Bulan, Ratusan Rumah di Desa Muara Terendam Banjir Rob

oleh -

Monitor, Kabupaten,- Sekitar 350 rumah atau Kepala Keluarga (KK) di Desa Muara, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, tergenang banjir luapan air laut atau rob.

Buang salah seorang warga yang menjadi korban banjir luapan air laut mengungkapkan, sudah dua malam ini rumahnya terendam Rob dengan ketinggian 30 cm – 50cm.

Dia menjelaskan, ada sekitar 350 KK diwilayah Rt 017 sampai Rt 022 yang terdampak meluapnya air laut (rob)

Yang paling parah, kata Buang, di wilayah Rt 019 sampai 022 dengan ketinggian air mencapai 70 cm.

“Sudah dua malam terendam rob, mudah-musahan entr malam ngga terlalu tinggi,” kata Buang kepada monitortangerang.com, Kamis (27/5/21) petang.

Iya juga menduga, bahwa bajir rob diwilayahnya diakibatkan adanya fenomena gerhana bulan total.

“Ya mungkin akibat adanya gerhana bulan kemarin, jadi air laut meluap,” ucapnya.

Sebelumnya, Balai Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II, mengimbau masyarakat pantai dan nelayan untuk waspada adanya gelombang tinggi di perairan Indonesia yang disebabkan adanya gerhana bulan total, pada Rabu (26/5/21).

Kepala BBMKG Wilayah II, Hendro Nugroho mengungkapkan, gelombang tinggi di bebrapa perairan Indonesia, diperkirakan akan terjadi hingga 28 Mei 2021.

Untuk itu, ungkap Hendro, masyarakat diminta untuk selalu waspada adanya banjir rob yang disebabkan gelombang tinggi dan angin kencang.

“Ketinggan ombak diperkirakan akan mencapai 3 – 4 meter. Untuk itu, kami mengimbau masyarakat nelayan dan warga yang tinggal dipesisir pantai untuk tetap waspada adanya gelombang tinggi dan banjir rob,” kata Hendro saat melakukan pemantuan gerhana bulan total di Tugu Pantai Tanjung Pasir, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, Rabu (26/5/21) sore.

Ia menjelaskan, angin berhembus konsisten dengan kecepatan cukup tinggi hingga 46 km/jam, dibeberapa perairan Indonesia.

Adanya fenomena Super Blood Moon, jelas Hendro, akan berpengaruh terhadap kondisi pasang air laut maksimum di beberapa perairan Indonesia seperti di Sumatera Utara, Batam, Banten, Jakarta, Jawa Tengah,Jawa Timur, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Maluku dan Papua.

“Pasang air laut berbeda waktu dan jam di tiap wilayah yang secara umum dapat mengganggu aktivitas masyarakat,” pungkasnya. (mt02)

Tinggalkan Balasan