Ditengah Tekanan Global, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tetap Terjaga 5,17 Persen

oleh -

Monitor, Tangsel – Perekonomian Indonesia pada triwulan III 2018 tumbuh sebesar 5,17 persen. Hal itu berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada tanggal 5 November 2018. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjelaskan, bahwa pertumbuhan ekonomi demikian cukup menggembirakan di tengah adanya tekanan global.

Sinyal itu membuktikan, bahwa pemerintah diangap berhasil menjaga tingkat pertumbuhan ekonomi. Dimana dikatakan Presiden Jokowi, jika dia akan terus mempertahankan dan meningkatkan perekonomian nasional di masa-masa mendatang.

“Bahwa kerja ekonomi Presiden Jokowi sudah on the track, dengan target yang sudah ditetapkan pemerintah,” jelas Syukri Rahmatullah, Ketua Banteng Muda Indonesia (BMI) Kota Tangerang Selatan, usai menggelar diskusi rutin bertajuk ekonomi nasional di kawasan Ciputat, Jumat (9/11/2018) malam.

Ditambahkannya, teriakan-teriakan yang menilai ekonomi indonesia lamban, lemah, dan tidak baik harus dibuktikan dengan data, bukan hanya dengan ucapan belaka. Sehingga riil dan terlepas dari komoditas politik menjelang pemilu.

“Jangan sampai karena kepentingan pemilu, data mengenai membaiknya perekonomian indonesia ditutup-tutupi kelompok oposisi. Berbeda boleh, bertarung boleh, tapi jangan berbohong. Kasian rakyat,” tegas Syukri.

Presiden Jokowi sendiri sempat menyebutkan, bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia masih cukup baik dibandingkan negara lain saat ini. Pernyataan itu di lontarkannya usai meninjau Depo MRT Lebak Bulus pada Selasa 6 November 2018 beberapa hari lalu.

“Alhamdulillah, menurut saya masih sangat baik. Artinya kita bisa mempertahankan pada posisi 5,1 persen dan kita lihat tren konsumsi masyarakat juga masih di atas 5 persen,” tutur Presiden.

Presiden pun lantas membandingkannya dengan situasi global ekonomi yang menurun dan ramainya perang dagang saat ini. Dia optimis, jika pertumbuhan ekonomi di angka 5,17 sudah sangat baik.

Ditegaskan pula oleh mantan Gubernur DKI Jakarta itu, bahwa pemerintah akan memperkuat pelatihan vokasi bagi lulusan SMK yang berdasarkan data BPS masih belum terserap sepenuhnya ke dalam industri dan dunia kerja.(bli)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *