Dosen yang Merangkap Tukang Tambal Ban Keliling (2-Habis)

oleh
M Yahya Dosen yang merangkap tukang tambal keliling

TANGSEL, MT – Setelah sukses meraih gelar S2- nya, M Yahya(32), pemuda kelahiran Aceh, 5 Juli 1984 itu, mempunyai profesi sebagai dosen. Meski begitu, pekerjaan sampingannya, menjadi tukang tambal ban keliling di daerah Lebak Bulus, Jakarta Selatan tetap masih digelutinya.

“Sebenarnya, setelah selesai pendidikan, saya harus pulang ke Aceh untuk mengabdikan diri disana. Tapi, kebutuhan dan biaya hidup yang dihasilkan dari mengajar disana  masih jauh dari cukup. Makanya, saya terpaksa kembali ke Jakarta,” ujar Yahya kepada Monitor Tangerang.Com

Sebelumnya, dia menceritakan kisah perjalanan hidupnya, menjadi seorang pendidik di Aceh. Namun, penghasilannya sangat minim. Sehingga mengharuskannya tetap mencari tambahan sebagai pengepul sampah.

” Saya mendapatkan penghasilan Rp800 ribu perbulan. Itupun dibayarkan per enam bulan sekali. Makanya jauh dari cukup. Istri yang berusaha untuk buka toko sembako disana juga mengalami kebangkrutan, lantaran banyak warga yang ngutang,” tambah Yahya.

Akhirnya, dia kembali ke Jakarta. Kemudian menjadi tukang asongan dengan berjualan kopi  untuk menutupi kebutuhan hidup. Tapi sayangnya, dia terpaksa berhenti jualan kopi. Sebab, gerobak yang dibelinya ikut hilang dicuri orang bersama barang dagangannya.

“Kalau mangkal jualan, terlalu beresiko. Harus setor ke preman  untuk uang keamanan,” kenangnya.

Kini, usaha sampingan yang tetap dipertahankannya yakni menjadi tukang tambal keliling. Selain penghasilan yang cukup lumayan, resikonya juga kecil.

“Pernah ada orang yang baik hatinya, lalu memberi saya uang tips hingga 100 ribu,” kata ayah dua anak ini.

Seiring perjalanan waktu, tanpa disadarinya. Pekerjaan menjadi tukang tambal ban ternyata membawa keberkahan tersendiri. “Saya sangat kaget, ketika ada dari kru stasiun TV metro yang menelepon dan mengundang untuk hadir dalam acara talk show Kick Andy,” bebernya.

Meski gembira, namun Yahya tetap kebingungan darimana kru Metro bisa tahu nomor kontaknya. Padahal dia belum pernah berhubungan dengan pihak stasiun TV. Setelah mencari tahu, ternyata ada salah seorang mahasiswanya yang melaporkan kisah hidupnya untuk diangkat dalam program Kick Andy Show.

“Saya dihadirkan dalam acara talk show Kick Andy. Oleh  bang Andi F Noya saya diminta untuk menceritakan kisah hidup saya selaku dosen yang merangkap tukang tambal ban keliling,” tutur Yahya.

Ternyata, kisah hidupnya menjadi topik bahasan dalam acara Kick Andy. Katanya untuk inspirasi buat generasi muda lainnya agar tidak mudah menyerah dalam mengejar cita-cita.

“Saya berharap seluruh pemuda Indonesia tetap bersemangat menyongsong masa depan. Jangan pernah mengabaikan pendidikan. Meskipun kondisi ekonomi kurang memungkinkan, kita harus terus berjuang,” pungkasnya. (mt02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *