Dukung Hasil Riset, Dosen & Mahasiswa UIN Jakarta Gelar ICOSAT

oleh

Monitor, Tangsel- Inovasi ilmu pengetahuan dan technology sangat dibutuhkan untuk ketahanan  pangan, energi dan lingkungan hidup. Untuk itu peneliti, dosen dan mahasiswa kerap kali melakukan penelitian atau riset yang dapat diaplikasikan bagi kesejahteraan masyarakat.

Sayangnya, banyak hasil penelitian yang tidak diketahui oleh masyarakat luas. Oleh sebab itu, sebagai upaya mendukung hasil riset yang telah dilakukan, Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar International Conference on Science & Technology (ICOSAT).

Kegiatan yang diadakan selama dua hari, Rabu-Kamis (16-17/11/2016), di Gedung Syahidah In UIN 2 itu, diikuti oleh lebih dari 200 orang dosen dan mahasiswa dari beberapa negara, di antaranya Indonesia, Malaysia, Jepang, Nigeria dan Tunisia.

Dalam kesempatan tersebut hadir pembicara dari beberapa negara, yakni; Prof. Dr. Mohd. Mansor Ismail, Departement of Agribusiness and Information System, Faculty of Agriculture Universiti Putra Malaysia (UPM). Prof. Intan Ahmad, P.hd., Director General and Student Learning Ministry for Research and Technology, Prof. Muhammad Firdaus P.hd., Vice Dean of Resource Cooperation Agricultural University and Reviewer of International Society for Southeast Asian Agrivulture Sciences (ISAAS) Journal, Prof. Dr. Ing. Nicholas Gascoin Head of The Cooperation office for Science & Technology of French Embassy (Indonesia), Prof. Dr. Dede Rosyada, M.A., Rector of Syarif Hidayatullah State Islamic University Jakarta.

“Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada dunia internasional mengenai hasil riset dalam bidang pangan, energi dan lingkungan yang memang saat ini sedang menjadi fokus dari pemerintah. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan semangat dan memberikan kesempatan bagi para dosen untuk memperkenalkan hasil-hasil riset ke taraf internasional,” tutur Dr. Elpawati, MP, Wakil Dekan Bidang Akademik UIN Jakarta.

Elpawati juga menjelaskan bahwa hasil riset akan di evaluasi, dan di review dan akan dimasukan ke indek fokus atau jurnal internasional.

Salah seorang peserta ICOSAT asal Malaysia, Ilmas Ardurofi M.SC., dari UPM menyatakan antusiasnya tentang konferensi tersebut.

“Malaysia sangat tertarik jika ada seminar tentang makanan dan pertanian, hal ini karena Malaysia sangat fokus dalam pengembangan kedua bidang tersebut. Kami ingin berkolaborasi dengan negara lain, misalnya saja Indonesia, kami akan mensuport di bidang pemasaran sementara Indonesia di bidang produksi, misalnya saja tentang Madu Triguna yang saat ini kami kembangkan”, ujarnya.

Menurut Ashari M.SC., dari Kementrian Pertanian, kegiatan tersebut mendapat dukungan dari pemerintah. “Inovasi memang sangat dibutuhkan bagi ketahanan pangan, energi dan lingkungan. Semua saling terkait, misalnya saja untuk inovasi sawit, selain bisa untuk makanan juga bermanfaat untuk bioenergi, yang juga berkaitan dengan lingkungan hidup,” tutur Ashari.(mt02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *