Monitor, Tangsel—Meroketnya harga daging sapi di pasaran berdampak langsung pada aktivitas perdagangan di Pasar Tradisional Jombang, Ciputat, Kota Tangerang Selatan.
Sebanyak 13 lapak pedagang daging sapi terpantau kosong akibat aksi mogok berjualan yang dilakukan para pedagang.
Kepala Pengelola Pasar Jombang, Andri, mengungkapkan bahwa aksi mogok tersebut telah berlangsung sejak Kamis (22/1/2026). Para pedagang memilih menghentikan aktivitas jual beli karena tidak adanya kepastian terkait kenaikan harga daging sapi yang terjadi hampir setiap hari.
“Sebanyak 13 pedagang daging sapi di Pasar Jombang mogok berjualan. Kenaikan harga daging tidak jelas per harinya, sehingga menyulitkan pedagang,” ujar Andri saat dihubungi melalui sambungan telepon seluler, Jumat (23/1/2026).
Menurutnya, fluktuasi harga yang tajam membuat pedagang kebingungan dalam menentukan harga jual kepada konsumen. “Hari ini harga bisa Rp150 ribu per kilogram, besok naik lagi menjadi Rp160 ribu. Pedagang jadi kesulitan menentukan harga pasar yang wajar,” jelasnya.
Sementara itu, Andri menambahkan bahwa komoditas lain di Pasar Tradisional Jombang masih relatif stabil dan tidak mengalami kenaikan signifikan seperti daging sapi.
Hingga kini, pihak pengelola pasar juga belum mendapatkan kejelasan mengenai sampai kapan aksi mogok berjualan tersebut akan berlangsung.
Sementara, kondisi ini dikhawatirkan berdampak pada daya beli masyarakat serta ketersediaan daging sapi di pasar tradisional, terutama menjelang kebutuhan konsumsi yang terus meningkat. (cr01/mln)






