Isu Korupsi di Pilkada Tangsel, Pengamat : Menguntungkan Calon Tanpa Beban Masa Lalu

oleh -

Monitor, Tangsel – Pilkada Kota Tangsel kian panas saja jelang pencoblosan akhir tahun nanti. Setidaknya bisa dilihat dari dinamika yang terjadi di lapangan. Hampir setiap hari deklarasi dukungan menyeruak dari masing-masing pasangan calon.

Saling sindir sejumlah isu, termasuk isu korupsi kian kencang. Baru-baru ini calon Wakil Wali Kota Tangsel Rahayu Saraswati rajin mengkritik isu tersebut. Keponakan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto ini bahkan menyebut kasus korupsi menjadi penyebab fasilitas kesehatan di Kota Tangsel tertinggal.

“Sektor kesehatan terbengkalai di Tangsel karena kasus korupsi alat-alat kesehatan (alkes) kita sudah tahu siapa pelakunya dan sudah divonis oleh Pengadilan Tipikor, ” kata Saras beberapa waktu lalu.

Dalam paparan visi misinya, Saras gamblang menyebut masalah korupsi akan dibenahi jika terpilih. “Sesuai misi Muhamad-Saraswati, Kota Tangsel yang Transparan, Akuntabel, Nyata Pengabdiannya bukan korupsinya, Gotong-royong, Sejahtera warganya, Elok kotanya dan Luhur budinya,” ujarnya.

Menanggapi isu korupsi yang mulai dimainkan para kandidat, pengamat politik Universitas Islam Syekh Yusuf (Unis), Miftahul Adib, menilai wajar jika Saras memainkan isu korupsi. Sebab, isu tersebut masih jadi magnet untuk menggiring pemilih kelas menengah. Namun dia juga mengingatkan, isu itu bisa memercik air ke muka sendiri lantaran Saras berpasangan dengan Muhamad yang pernah menjabat di pemerintahan Airin-Benyamin.

“Perlu diingat, Muhamad itu mantan Sekda yang juga cukup berkonstribusi terhadap persoalan korupsi. Ia bahkan diduga disebut-sebut dalam sejumlah kasus penjualan lahan milik negara di Ciputat. Ini bisa jadi masalah serius jika hal itu kembali diungkit,” kata Adib, Kamis (8/10/2020).

Tak hanya Muhamad, calon Wali Kota nomor urut 3, Benyamin Davnie, bisa terseret jika isu korupsi terus dimainkan. Apalagi citranya memang menempel kuat dengan Wali Kota Airin Rachmi Diany, di mana suaminya berada dalam pusara kasus korupsi di Banten.

“Isu korupsi bisa menggerek elektabilitas jika dapat dikelola dengan baik. Tim pemenangan harus lihai dalam menggarap isu ini. Bisa jadi jualan yang baik kalau momentumnya tepat,” ungkapnya.

Disinggung siapa yang diuntungkan dengan isu korupsi, Adib menyebut jika calon Wali Kota nomor urut 2 Siti Nurazizah yang mendulang citra positif. Lantaran putri Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin itu tidak punya masa lalu di Kota Tangsel, dan baru terjun ke dunia politik selepas menanggalkan status ASN di Kementerian Agama.

“Ibaratnya Azizah masih suci, dan bila masalah korupsi ini bisa dimainkan dengan baik akan menaikkan elektoralnya. Saya rasa tinggal memanajerial pesan, misal dia berkomitmen dalam pemberantasan korupsi, jika Azizah bisa menggarap dengan baik, pemilih kelas menengah bisa saja menjatuhkan pilihan kepadanya,” ungkap Adib.

Sementara, Azizah sendiri sejak awal mengaku tidak punya beban ketika berkeliling melakukan sosialisasi. Sulit bagi lawan politik mencibirnya soal isi pemaparan program dan visi misi. Dengan masa lalu tanpa beban itulah, dia meyakini bisa memenangkan perhelatan Pilkada.

“Mungkin ada beberapa hal yang membedakan saya dengan pasangan lainnya, salah satunya tidak mempunyai masa lalu yang buruk,” ucap Azizah.(bli)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *