Jadi Rutinitas Tahunan, Study Tour SDN Cipondoh 5 Dikeluhkan Wali Murid

oleh

Monitor, Kota- Kegiatan rutin study tour yang kerap dilaksanakan jelang akhir tahun oleh sekolah negeri di Kota Tangerang, sedianya dikeluhkan orang tua murid. Betapa tidak, biaya program belajar sambil jalan-jalan keluar daerah itu tidak seluruhnya mampu dibayar oleh orang tua murid, terutama bagi keluarga yang berpenghasilan rendah, Sabtu (16/11/2019).

Ya, seperti yang diutarakan A (34), salah satu orang tua murid di SD Negeri Cipondoh 5 ini menuturkan, biaya study tour yang dilakukan pada sekolah anaknya itu, dirasa cukup berat lantaran bertabrakan dengan kebutuhan hidup lainnya yang tidak kalah penting.

“Sebagai orang tua, saya memang cukup dilematis kalo anak tidak diikutsertakan. Sementara kebutuhan lain menanti,” jelasnya.

Namun, kata dia, jika siswa tidak mengikuti program tersebut, pihak sekolah akan memberikan tugas-tugas, seperti membuat kliping. Bahkan, ada juga oknum tenaga pengajar di sekolah tersebut yang meminta anak didik memberikan sumbangan berbentuk barang-barang yang telah ditentukan.

“Kalau anak enggak mau ikut, diwajibkan bawa tugas. Kalo enggak, disuruh beli raket sama kok nya,” bebernya.

Disebutkannya, biaya studi tour yang diselenggarakan sekolah tempat anaknya mengenyam pendidikan itu, sebesar Rp 400 ribu per siswa dengan lokasi tujuan ke Taman Safari. Jika orang tua murid turut mendampingi, maka dikenakan dua pembayaran kursi bus. Hal itu dirasa cukup berat baginya yang hanya berprofesi sebagai buruh harian lepas.

“Anak saya itu kan baru kelas satu, kalo saya lepas pergi keluar daerah tanpa didampingi kan kasian. Dan khawatir juga terjadi apa-apa, akhirnya kita (wali murid) jadi ikut studi tour juga,” ungkapnya.

Hal senada juga dikatakan G (34), wali murid kelas III di SDN Cipondoh 5. Menurutnya, pihak sekolah tidak intensif memberikan informasi kepada wali murid ihwal rencana program pembelajaran di luar sekolah tersebut.

Ia menjelaskan, jadwal keberangkatan studi tour yang sebelumnya sudah ditentukan tanggal dan harinya, tiba-tiba di rubah secara sepihak oleh panitia sekolah.

Sedangkan, lanjutnya, pada jadwal yang dirubah oleh pihak sekolah bertepatan dengan acara keluarga yang dirasa lebih penting.

“Uang saya untuk study tour sudah masuk sebagian, tapi kalau enggak jadi, enggak bisa diambil lagi. Ya begitu, enggak ngerti dah saya, bingung,” ketusnya.

“Saya berharap, pemerintah maupun pihak sekolah dapat mempertimbangkan kegiatan ini. Karena, tidak semua orang tua murid memiliki kondisi perekonomian yang baik,” tambahnya.

Dikonfirmasi hal tersebut, Ketua Tim Penjaminan Mutu Pendidikan Sekolah (TPMPS) SDN Cipondoh 5, Zhainol Kholis membenarkan pihaknya akan menggelar program study tour.

Kendati demikian, Kholis membantah bila terdapat unsur paksaan dalam mengikuti program yang bisa memberikan “pengalaman belajar” bagi siswa ini.

“Kita sudah komunikasi, sudah dirapatkan. Yang rapat itu komite dan wali murid. Tidak ada unsur paksaan di sini,” ucapnya kepada sejumlah wartawan dengan raut wajah dan nada bicara yang terkesan kurang bersahabat.

Ditemui di kantornya, Koordinator Wilayah Cipondoh pada Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Siti Kholidah menuturkan, pengawasan dalam program study tour di SDN Cipondoh 5 sudah dilakukan. Dan menurutnya, perencanaannya sudah sesuai dengan ketentuan.

Namun, pihaknya akan memberikan pembinaan terhadap oknum guru yang disebut-sebut berkinerja tidak sesuai dengan ketentuan.

“Jika memang benar ada unsur pemaksaan terhadap anak didik, oknum guru itu akan segera kita sikapi. Itu (oknum guru) menjadi tanggung jawab kami, bagian dari pembinaan,” pungkasnya. (ben)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *