Jelang New Normal di Tangsel, Begini Skenario Belajar di Sekolah

oleh -
Kepala Dindikbud Tangsel, Taryono

Monitor, Tangsel – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tengah menyusun skenario untuk membuka kembali aktivitas belajar-mengajar di sekolah.

Kepala Disdikbud Tangsel, Taryono, menerangkan, skenario itu disiapkan sambil menunggu kepastian Wali Kota Airin Rachmi Diany untuk memberlakukan New Normal atau tatanan kenormalan baru.

“Skenario kita siapkan, apakah nanti akan memperpanjang PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) atau memberlakukan New Normal. Sehingga nanti semua tinggal dilaksanakan,” katanya, Jumat (29/5/2020).

Dilanjutkan Taryono, jika saja kebijakan New Normal yang dipilih, maka nantinya aktivitas di lingkungan sekolah segera dibuka. Namun ada pengetatan dalam pelaksanaan teknisnya, seperti penggunaan masker, sarana cuci tangan, sosial distancing, hingga pada kemungkinan adanya shifting belajar di kelas.

“Protokol kesehatan Covid-19 tetap kita jalankan di sekolah. Sehingga tidak ada lagi kekhawatiran bagi orang tua murid soal penularan di lingkungan sekolah,” jelasnya.

Dipaparkannya, Disdikbud akan menerapkan masa evaluasi selama 8 minggu jika kegiatan sekolah dibuka kembali. Yakni, 2 minggu sebagai masa transisi awal, lalu disusul siklus 1 selama 4 minggu, dan terakhir siklus 2 selama 2 minggu.

“Kalau ada kasus Covid-19, maka sekolah tutup kembali, sesuai keputusan gugus tugas. Jika sudah aman dan sekolah masuk maka mulai lagi dari siklus 1,” ungkapnya.

Guna mengurangi jumlah siswa di kelas, maka kemungkinan para peserta didik di masing-masing sekolah akan dibagi menjadi 2 hingga 3 kelompok. Mereka nantinya mengikuti kegiatan di sekolah secara bergantian.

“Tentu, siswa dibagi menjadi dua atau tiga kelompok. Pada saat satu kelompok belajar di sekolah, maka kelompok lain belajar di rumah,” terangnya.

Saat ini sendiri, Wali Kota Airin belum mengambil keputusan terkait kebijakannya menerapkan New Normal. Semua itu akan ditentukan pada hasil rapat evaluasi dan kajian pelaksanaan PSBB tahap 3 yang berakhir tanggal 31 Mei 2020.

Taryono memastikan, selama belum ada keputusan pemberlakuan New Normal maka seluruh kegiatan di sekolah tetap berlangsung secara daring (online). Di antara kegiatan dalam waktu dekat adalah, tanggal 2-3 Juni persiapan pelaksanaan Penilaian Akhir Tahun (PAT). Lalu tanggal 4-10 Juni pelaksanaan PAT.

“Sekarang ya belum diterapkan. Namun pembelajaran di sekolah fase New Normal ini tentu menunggu kebijakan pemerintah pusat dan daerah dalam penanganan Covid 19,” pungkasnya. (bli/mt01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *