Kebahagiaan Anak-Anak Yatim Terima Paket Bantuan dari Komunitas Moge

oleh -

Monitor, Tangsel – Sebanyak 76 anak yatim-piatu menerima paket bantuan. Isinya pun beragam, dari makanan hingga buku tulis dan perlengkapan sekolah.

Pandemi memang mengurung hampir seluruh aktivitas mereka di luar rumah. Tatap muka di sekolah berganti daring, ruang dan fasilitas bermain yang biasanya mereka kunjungi juga ditutup imbas pembatasan.

Kebanyakan mereka menghabiskan waktunya di dalam rumah. Meski kadang diselingi dengan bermain di lingkungan sekitar bersama teman sebaya. Situasi demikian mestinya tak terlalu berat dihadapi, manakala ayah dan ibu masih ada mendampingi setiap hari.

Di antara anak yatim yang menerima bantuan itu adalah 2 kakak-beradik, Devky khalisyam (8) dan Najla Deviena Arrabela (11). Kini mereka dirawat sang kakek setelah ditinggal wafat ibunya tahun 2017 silam. Sementara ayahnya lebih dulu pergi menghilang tanpa kabar berita.

Devky dan Najla terlihat begitu lugu saat menerima bantuan langsung dari anak-anak muda “Senang Kencang”, komunitas penunggang motor gede. Devky pun sempat diajak berkeliling mengendarai burung besi ber CC besar itu.

Memang anaknya rada pemalu kalau sama orang lain. Setelah ibunya meninggal ya kita yang asuh Devky dan Najla di sini,” terang bibi dari kedua bocah, Yuniar (25), di kediamannya, Jalan Pinus Raya, Pondok Benda, Pamulang, Tangerang Selatan, Sabtu (07/08/21).

Komunitas Moge ‘Senang Kencang’ membawa pula Devky menyambangi lokasi kediaman anak yatim-piatu lainnya. Raut wajah gembira sekaligus gugup nampak terlihat dari siswa kelas 2 Madrasah Ibtidaiyah (MI) Miftahul Huda itu.

Di lokasi lain, paket bantuan juga diberikan kepada anak yatim-piatu bernama Charlotte M Verlin Suherman (10). Kedua orang tuanya meninggal pada Maret 2020. Ibunya sempat dirawat akibat terpapar Covid.

Charlotte yang merupakan putri semata wayang itu kini tinggal bersama kakek-neneknya di Pondok Benda, Pamulang. Saat dikunjungi, dia sedikit malu lalu menutup wajah sambil bersandar memeluk sang kakek.

“Sekarang kelas 5, sekolahnya di SDN Pamulang 1. Ini memang anak tunggal, jadi setelah orang tuanya meninggal kita bawa kesini,” ungkap sang kakek, Toto Sunarto (73).

Apa yang dirasakan anak-anak yatim itu memang tak sama dengan mereka yang masih mendapat sentuhan kasih sayang orang tua. Rasa sepi dan kehilangan selalu membayangi. Apalagi dalam situasi pandemi, di mana aktivitas di luar rumah serba terbatas.

Paket bantuan telah rampung disebar ke masing-masing kediaman anak yatim-piatu. Cakupannya memang tak luas, namun kegiatan sosial itu akan terus berlanjut menyisir mereka yang terdampak langsung situasi pandemi.

“Kita totalnya ada sekira 24 ribu riders dan bikers di seluruh Indonesia. Ini akan berlanjut lagi nanti Insya Allah minggu depan ke Cisauk. Kalau hari ini terbatas untuk 76 anak yatim-piatu, itu juga dalam rangka menyambut 76 tahun HUT RI,” tutup Kordinator Komunitas Senang Kencang, Wahyu K. (bli)

Tinggalkan Balasan