Keributan Oknum Polisi hingga 1 Tertembak, Personil TNI Pantau Klub Malam Viper

oleh -

Monitor, Tangerang – Klub malam “Cafe&Resto Viper” kini dipantau beberapa personil TNI berpakaian dinas lengkap. Hal itu menyusul keributan yang terjadi antara oknum anggota kepolisian dan seorang pecatan TNI di lokasi, Kamis (15/10/2020) dinihari.

Klub malam yang juga menyediakan cafe dan hiburan itu terletak di kawasan Ruko di Jalan Kelapa Dua Raya, Kabupaten Tangerang. Pantauan sekira pukul 15.00 WIB, beberapa personil TNI yang merupakan Babinsa setempat terlihat berada di depan Ruko.

Salah satu anggota TNI di lokasi membenarkan, bahwa korban yang tertembak merupakan mantan anggota TNI. Namun tidak disebutkan secara spesifik dari mana asal kesatuan serta sebagai apa korban berada di lokasi dinihari tadi.

“Iya mantan anggota TNI, sekarang kan masih dirawat,” terang salah satu personil TNI.

Nampak pintu rolling door “Viper” tertutup rapat dengan garis polisi yang masih membentang. Tak ada petugas kepolisian yang berjaga di sana, Kapolsek Kelapa Dua AKP Muharam Wibisono hanya terlihat beberapa saat pagi tadi ketika mengecek tempat kejadian perkara.

Kepala Keamanan Ruko di kawasan itu, Musliman, mengaku tak mengetahui detail informasi peristiwa keributan. Saat kejadian, ada salah satu anak buahnya yang berjaga di kawasan Ruko. Namun dia pun belum menerima laporan kronologis lengkapnya.

“Saya nggak tahu apa-apa. Semalam kan saya nggak ada, ada anak buah saya tapi dia pun belum ketemu sama saya karena masuk malam. Jadi waktu kejadian seperti apa, saya nggak tahu sama sekali,” tuturnya di lokasi.

Menurut Musliman, lokasi hiburan Viper ini terdiri atas 3 lantai. Di mana lantai 1 untuk tempat makan dan permainan billiar, lantai 2 untuk karaoke dan hiburan. Sedangkan lantai 3 untuk tempat pengelola. “Ini semua 3 lantai, kalau karaoke itu di lantai 2,” ungkapnya.

Dibeberkan dia, tempat hiburan Viper pernah dirazia karena melanggar batas jam operasi. Meski begitu, tetap saja terlihat pengelola membuka praktik hiburan hingga larut malam. Pengunjung karaoke yang datang biasanya terbatas hanya bagi tamu yang dibawa pemandu lagu.

“Pernah kena razia, jadi kan harusnya jam 8 malam sudah tutup, tapi waktu itu masih buka. Sekarang masih buka normal, tapi terbatas pengunjung karaokenya,” jelas Musliman.(bli)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *