Kesulitan Bernafas, Bayi Riyadul Jinan Butuh Pengobatan Serius

oleh -

Monitor, Kota- Ditengah kondisi Pandemi Covid-19, Sugianto dan istrinya saat ini sedang mengalami duka mendalam. Pasalnya, bayi mereka yang berjenis kelamin laki-laki bernama Riyadul Jinan lahir melalui proses caesar pada Minggu(24/5/2020)  di salah satu rumah sakit swasta Kota Tangerang, kondisinya sangat memprihatinkan karena mengalami penyakit hipertensi paru(PHP) yang mengakibatkan kesulitan bernafas.

Kepada monitortangerang.com, warga RT03/02 Kelurahan Kunciran Jaya, Kecamatan Pinang Kota Tangerang yang tergabung pada Sahabat Samawa Foundation itu menceritakan, istrinya melahirkan anaknya di Rumah Sakit Permata Ibu lewat proses caesar pada, Minggu(24/5/2020) pukul 3.55 wib.

“Anak saya awalnya normal pernafasannya, tapi selang 3 jam mengalami sesak nafas. Karena di Permata Ibu alatnya tidak memadai, akhirnya saya dianjurkan cari rujukan. Alhamdulillah saya dapat rujukan melalui Mba Mila salah seorang karyawan Rumah Sakit Sari Asih bagian rawat inap,” tuturnya, Jumat(29/5/2020).

Melanjutkan ceritanya, pada Senin(25/5/2020) bada Maghrib, Sugianto membawa bayinya ke RS Sari Asih dan langsung dibawa ke ruang Perinatologi.

“Salah seorang dokter yang menanganinya memanggil saya dan menganjurkan untuk mencari obat yang bernama  Ilopros/ventavis karena di rumah sakit tidak tersedia,” tambahnya.

Obat khusus bernama Ilopros/Ventavis itu kata Sugianto,  merupakan obat untuk memperlancar pernapasannya agar normal kembali. Hanya saja, karena ketersediaan obat yang sulit didapat tersebut, pihak rumah sakit menyarankan untuk membeli obat tersebut diluar.

Demi kesembuhan bayinya, Sugianto pantang menyerah untuk terus mencari obat yang disarankan dokter rumah sakit. Namun, kata dia ternyata obat tersebut sangat langka dan sulit didapat.

“Biasanya mudah didapat di Jakarta, harganya kisaran Rp 350 ribu, tapi sekarang sulit didapatkan sudah banyak tempat dikunjungi termasuk  apotik dan rumah sakit besar tapi tidak tersedia,” kata Sugianto.

Dia bersyukur bisa mendapatkan sekitar 5 ampul Ilopros seharga Rp 950.000 per ampul dari orang yang istrinya punya penyakit dan wajib mengkonsumsi obat tersebut  seumur hidupnya.   Tapi sayangnya, jumlah tersebut masih kurang, dokter rumah sakit menyarankan agar dia mencarinya kembali, sebab bayinya masih membutuhkan obat tersebut.

Informasi yang  diperoleh Sugianto, setelah diberikan  Ilopros, 95 persen akan membaik kondisinya. Tapi sayangnya obat Ilopros sangat sulit didapatkan ditengah situasi dan kondisi pandemi covid-19, sebab obat tersebut harus didatangkan dari luar negeri, Singapura atau Malaysia, makanya dia berharap bantuan dari semua pihak  agar bisa  memberitahukan tempat dimana obat tersebut bisa didapatkan di Indonesia.

“Mohon bantuannya pa, selain butuh biaya untuk membeli obat tersebut, kami juga harus menanggung biaya rumah sakit sebab pengobatan anak saya tidak dicover BPJS kesehatan,” kata Sugianto.

Bagi sahabat yang ingin membantu  keluarga Sugianto dan kesembuhan bayi bernama  Riyadul Jinan, Samawa Foundation membuka Donasi Kemanusiaan Peduli Berbagi, dan bisa disalurkan melalui Bank BRI  No. 708701010469534 A/N  Yayasan Samawa Peduli Berbagi. (mt01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *