Ketua Paguyuban Kades: Hari Jadi Desa Penting Diperingati, Ini Alasannya

oleh -

Monitor, Bogor-  Peringatan hari jadi desa dapat memunculkan kembali kultur desa dan menggairahkan semangat warga untuk  lebih mencintai keberadaan desanya, sebab itu  tentu sangat penting dilestarikan, demikian diungkapkan Ketua Paguyuban Kepala Desa Kecamatan Gunung Sindur, H Edi Mulyadi, Senin(03/1/2022).

Baca Juga : Wow!Peringatan Hari Jadi ke-79 Desa Rawa Kalong Berlangsung Meriah

“Peringatan hari jadi akan memunculkan sense of belonging (rasa memiliki-red). Terbukti dengan antusias warga untuk menyukseskan kegiatan ini dengan menampilkan berbagai atraksi dan kesenian,” ujarnya saat wawancara khusus dengan monitortangerang.com.

H.Edi Mulyadi Ketua Paguyuban Kepala Desa se-Kecamatan Gunung Sindur (poto dok.monitortangerang.com)

Menurut Edi yang juga menjabat Kepala Desa Curug, kebersamaan dan persatuan membangun desa dengan sendirinya akan muncul sebagai hikmah positif yang didapat dari penyelenggaraan kegiatan seperti yang dilakukan Desa Rawa Kalong.

“Sebagai Paguyuban kami sangat mendukung acara ini, semoga desa lain juga bisa melakukan hal yang sama,” tambahnya.

Untuk desanya sendiri, dia menambahkan pernah melakukan hal tersebut sebelum pandemi Covid-19 datang melanda. Namun saat ini, di rem dulu untuk mengantisipasi kerumunan orang banyak  guna memutus mata rantai penyebaran virus tersebut.

“Karena ada pandemi kegiatannya kita rem dulu,” tutupnya.

Dana Kegiatan Hari Jadi ke-79 Desa Rawa Kalong Hasil Swadaya

Terkait sumber anggaran kegiatan hari jadi desa, Jamhuani Sekdes Rawa Kalong yang menjadi ketua panitia penyelenggara menjelaskan bahwa sumber anggaran kegiatan tidak berasal dari anggaran dana desa, melainkan swadaya masyarakat.

“Yang saya tau, emang anggaran kegiatan ini berasal dari kantong pribadi Pa Kades. Untuk tahun depan pun tidak ada anggaran dari APBDES sebab Musrenbang sudah dibuat sebelumnya,” katanya.

Sekdes Rawa Kalong, Jamhuani

Namun, sekdes yakin tahun depan dipastikan akan dapat digelar kembali sebagai upaya mengingatkan terus kepada warga untuk selalu paham sejarah desa.

“Saya tetap yakin tahun depan kembali diadakan, tujuannya agar generasi saya nanti dan anak cucu kita dapat mengenal siapa sih Kepala Desa Rawa Kalong dari awal hingga sekarang.  Selain itu, mereka jadi paham bahwa tanggal 3 Januari 1943 merupakan hari lahir desanya,” tambahnya.

Dengan kegiatan semacam ini, sambung Sekdes, diharapkan gap-gap yang terjadi pasca Pilkades akan hilang karena tidak ada lagi nomor satu, 1, 2, 3 dan 4 yang sebelumnya ikut kontestasi politik pemilihan kepala desa.

“Semua tokoh kami undang untuk hadir. Semoga ke depannya silaturahmi kita makin terjaga dan lebih erat lagi dengan adanya peringatan hari jadi desa setiap tahunnya,” pungkas lelaki yang akrab dengan sapaan Jojon itu. (mt01)

 

 

Tinggalkan Balasan