Kori Priadi : 1008 Pasutri KOMPAK Pecahkan Rekor MURI

oleh
Penasehat Kompak Banten, Kori Priadi bersama Wakil Wali KotaTangsel, Benyamin Davnie nampak bersemangat telah berhasil memecahkan rekor MURI

TANGSEL,MT- Peringatan HUT RI Ke 71 kini tinggal menunggu hitungan hari saja. Masyarakat, sejak jauh-jauh hari sudah menyiapkan berbagai kegiatan demi menyambut hari paling bersejarah tersebut. Namun, ada yang berbeda pada peringatan HUT RI kali ini, KOMPAK salah satunya.

Komunitas Pembela Bangsa ini,  mencatatkan sejarah baru di Museum Republik Indonesia (MURI) berupa pengibaran bendera merah putih terbanyak yang dilakukan oleh pasangan suami istri (Pasutri). Lapangan olahraga Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), menjadi tempat berlangsungnya pemecahan rekor pengibaran bendera merah putih, Minggu(14/8/2016).

Penasehat Kompak, Kori Priadi mengungkapkan, pengibar bendera merah putih ini, terdiri dari 1008 pasang suami istri. Itu artinya, akan ada 2016 orang pasangan suami istri terlibat di dalamnya.

“Jumlahnya ada 1008 bendera merah putih yang di kibarkan pasangan suami istri ini. Kenapa 1008 pasangan suami istri? Sebab jumlah tersebut jika di kali dua jumlahnya 2016. Dan itu sesuai tahunnya yakni tahun 2016,” kata Kori.

Pria yang kini menjabat sebagai Anggota Komisi ll Bidang Ekonomi pada DPRD Provinsi Banten periode 2014-2019 itu menjelaskan, dari jumlah 1008 Pasutri tersebut berasal dari beberapa kota dan kabupaten yang ada di Banten. Seperti Serang, Lebak, Cilegon, Pandeglang, Tangerang Kota, Tangsel dan Tangerang Kabupaten.

“Nama-nama mereka juga sudah dicatat di museum MURI,” ucap Politisi asal Partai Golkar tersebut.

Pasangan suami istri yang akan mengibarkan bendera merah putih ini, Kori mengatakan berasal dari berbagai wilayah yang ada di Banten. Yakni  Lebak, Serang, Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Tangsel, Pandeglang dan Cilegon.

Sementara saat ditanya tujuan diadakannya pengibaran bendera merah putih yang dilakukan oleh Pasutri itu, supaya jiwa kebangsaan yang ada pada masyarakat Indonesia khususnya Banten selalu tetap terjaga. Karena hal itu, lanjut Kori, merupakan bagian dari revolusi mental yang di dengung-dengungkan presiden RI, Joko Widodo.

“Kita ingin membangun bangsa dan negara berawal dari keluarga, ini harus di teruskan dan di tanamkan di dalam keluarga agar Indonesia kembali bangkit,” tandasnya.(mt02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *