Kubu 02 Tuding Quick Count Giring Opini, Pengamat : Mestinya Bantah Dengan Data

oleh

Monitor, Tangsel – Direktur Lingkar Madani Ray Rangkuti menyayangkan sikap kubu Pasangan calon (Paslon) 02 yang menuding, bahwa hasil Quick Count Pemilu 2019 menggiring opini publik.

Menurut Ray, mestinya tiap kontestan tak memersoalkan proses yang ditempuh lembaga survei dalam memublikasikan metodologinya tentang hasil Pemilu. Seraya menunggu, pengumuman resmi dari Komisi pemilihan Umum (KPU).

“Sepanjang tradisi quick count yang dimulai dalam perjalanan Pemilu di Indonesia sejak tahun 2004, hampir tidak ada yang meleset. Kalau pun ada yang meleset (hasilnya) dengan KPU, pasti ada asosiasinya yang meminta pertanggungjawaban dari lembaga yang bersangkutan,” terang Ray, Kamis (18/4/2019) malam.

Dikatakannya, ada salah kaprah dalam menilai keberadaan lembaga survei oleh kontestan Pemilu. Disebutkan Ray, lembaga survei bekerja berdasarkan metodologi dan ketentuan dasar lainnya, termasuk saat menggelar quick count. Sehingga jika ingin mengkritik hasilnya, harus disertai dengan data maupun metodologi yang ilmiah.

“Kesulitan kita ini adalah, menghadapkan antara keyakinan dengan pengetahuan. Kalau keyakinan ya susah, tidak ada dasar pengetahuannya. Boleh saja mengkritik, tapi jelaskan kelemahan metodologi dalam quick count itu, jadi bukan sekedar membantah dari tayangan televisi begini, begitu,” ucapnya.

Ray pun sempat membandingkan, bahwa ada kontestan yang justru lebih memercayai hasil quick count internal dengan menyebut kemenangan hingga 62 persen. Padahal, capabilitas dan kapasitas quick count internal itu justru jauh lebih tertutup, jika dibandingkan dengan kinerja quick count oleh lembaga survei yang terdaftar resmi di KPU.

“Apalagi quick count itu dilawan dengan quick count internal, kan aneh itu. Di quick count yang terbuka saja mereka tidak percaya, bagaimana kita (publik) harus percaya pada quick count mereka yang tertutup?, metodologinya bagaimana, seperti apa, kan begitu,” paparnya.

Lebih lanjut, diharapkan Ray, bahwa semua pihak harus dewasa menjalani proses demokrasi yang tengah berlangsung. Dia meminta para kontestan tidak membangun opini, dengan mengarahkan bahwa Pemilu berlangsung curang dan sebagainya.

“Seiring dengan waktu, saya pikir semua orang akan dewasa melihat hasil quick count ini. Biarkan saja dulu, sambil menunggu hasil resmi KPU. Yang terpenting semua pihak harus mengutamakan kepentingan nasional,” tukasnya.(bli)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *