Laris Manis Pasutri di Tangsel Rintis Kuliner Ayam Ungkep di Masa Pandemi

oleh -
Pasangan suami-isteri, Panji Ariwibowo (37) dan Akhrini (36). Sejak awal pandemi melanda, hobinya memasak ayam ungkep

Monitor, Tangsel- Kuliner memang menjadi salah satu bisnis andalan di masa pandemi. Di kala banyak usaha lain terpuruk imbas pembatasan, kuliner justru selalu membuka peluang pasar karena peminatnya nyaris tak pernah sepi.

Kondisi demikian dimanfaatkan pasangan suami-isteri, Panji Ariwibowo (37) dan Akhrini (36). Sejak awal pandemi melanda, hobinya memasak ayam ungkep untuk konsumsi pribadi mulai merambah menjadi bisnis rumahan.

“Kalau usaha sih sebenernya dimulainya selama pandemi aja. Masak, terus sering pada kirim. Mereka kan nggak bisa makan keluarkan, akhirnya mau dong pesen order yang kayak gitu. Dari temen-temen deket aja, awal Juni ini,” tutur Akhrini di kediamannya, Jalan Masjid Ar-Rahman, RT02 RW01, Kampung Cicentang, Rawa Buntu, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel), Sabtu (19/06/21).

Diceritakan Akhrini, hobinya memasak ditularkan dari orang tuanya yang kerap memasak ayam goreng. Setelah mendalami bumbu yang digunakan, lalu dia pun sedikit memodifikasinya dengan racikan lengkuas yang dominan.

“Sebenarnya awalnya dari hobi masak, terus dari orang tua juga memang passionnya di masak. Terus sering beli ayam goreng, terus kayaknya kurang sreg di mulut, anak-anak juga kurang suka,” katanya.

“Ayam goreng yang biasa kita beli itu keras dagingnya. Yang biasa neneknya bikin, anak-anak pada suka ayam gorengnya, kegigit gitu dagingnya. Akhirnya saya tanya-tanya resepnya apa, terus saya coba. Alhamdulillah anak-anak cocok, suka, doyan,” sambungnya.

Hasil masakannya itu pun diunggah melalui instagram story. Namun siapa sangka, sejumlah teman dan kerabat Akhrini penasaran lalu merasa tertarik mencicipi ayam ungkep buatannya.

“Saya share di IG Story aja sih kalau setiap saya masak-masak apa. Terus teman-teman pada respon, mau dong kirim coba. Akhirnya dari situ responnya bagus. Jadinya saya pikir dari pada masak buat sendiri, coba deh dijadiin usaha biar jadi masukan tambahan juga,” jelasnya.

Ayam ungkep khas buatan pasutri ini cukup diminati kalangan terdekat. Bahkan perlahan, pesanan terus meluas hingga mereka memasok pula ke berbagai distributor Frozen Food.

“Sehari minimal 10 pack, jadi kita siapkan menunya untuk pree order. Artinya kita siapkan saat dipesan, jadi bener-bener fresh dari pemotongan langsung. Untuk offlinenya kita stok di toko-toko frozen food,” ungkapnya.

Saat disantap, ayam goreng dengan bumbu lengkuas dominan itu terasa lembut dan tasty. Di tambah lagi racikan bumbu-bumbu lengkuasnya yang membuat kian padu padan di lidah.

Tiap pack yang berisi seekor ayam ungkep fresh itu dijual seharga Rp50 ribu. Kemasannya dibuat dua macam, yakni boks kotak dan plastik vakum. Satu pack terdiri dari 2 potong bagian dada, 2 sayap, 2 paha atas, 2 potong paha bawah, serta kepala dan ceker.

“Modalnya per ayam sekitar Rp35 ribuan, ayamnya aja. Belum packagingnya, bumbu, dan yang lain. Dijual seharga Rp50 ribu,” ulasnya.

Ke depan, kuliner yang dirintis Akhrini dan suami bakal menyediakan pula paketan porsi siap saji “Nasi Kenyang”. Di mana di dalamnya berisi seporsi nasi putih, sepotong ayam goreng lengkuas dibaluri sambal, dan lalapan.

“Ini kita masih proses untuk porsi siap saji. Nanti dijual di kisaran Rp18 ribuan,” pungkas Panji menambahkan.(bli)

Tinggalkan Balasan