Longsor Intai Area Makam Covid-19 di Tangsel

oleh -
Area pemakaman yang terancam longsor berada di titik paling ujung dari makam khusus Covid

Monitor, Tangsel- Longsor mengancam keberadaan lahan yang dipergunakan untuk pemakaman Covid di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jombang, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel).

Area pemakaman yang terancam longsor berada di titik paling ujung dari makam khusus Covid. Posisi letaknya berbatasan langsung dengan aliran Kali Angke. Tinggi lahan makam itu berada sekira 7 meter dari permukaan kali.

Retakan sepanjang 50 meter terlihat jelas membelah permukaan lahan di lokasi. Disebutkan, terdapat sekira 20 makam yang terancam turut terbawa longsoran tanah. Jarak antara permukaan yang terbelah dengan keberadaan makam sendiri hanya sekira 1 meter.

“Retakannya sepanjang sekira 50 meter, lokasinya berdekatan sama aliran kali angke. Di situ ada sekira 20-an makam, jadi jaraknya cuma 1 meteran dari permukaan lahan yang terbelah longsor itu,” terang Kepala Seksi Pemakaman Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimta) Kota Tangsel, Nazmuddin, Selasa (23/02/21).

Dijelaskan dia, beberapa permukaan lahan di tepian kali itu telah lebih dulu mengalami retakan hingga berakibat longsor. Kini retakan kembali terlihat di permukaan lahan tersebut. Menurut dia, kondisi demikian terjadi setelah hujan lebat turun mengguyur beberapa hari kemarin.

“Iya itu kejadian setelah hujan lebat kemarin ya,” ucapnya.

Dilanjutkan Nazmuddin, Wali Kota Airin Rachmi Diany telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) untuk segera menormalisasi Kali Angke. Termasuk meminta izin untuk membangun turap guna mencegah longsoran terjadi.

“Ibu Wali Kota sudah berkoordinasi dengan BBWSCC, karena itu kewenangan mereka. Tim BBWSCC juga sudah datang ke lokasi. Rencananya itu nanti akan diturap oleh Dinas PU (Pekerjaan Umum),” terangnya.

Namun dikatakan dia, pembangunan turap belum bisa dipastikan kapan terealisasikan waktunya. Namun sementara ini, pihak Dinas PU telah menjadwalkan pemasangan cerucuk bambu yang diperkuat karung berisi pasir atau tanah.

“Sementara ini waktu saya hubungi dinas PU katanya mau dipasang cerucuk bambu, pakai karung pasir, biar nggak meluas longsorannya,” ungkapnya.(bli)

Tinggalkan Balasan