Lurah Saidun Diperiksa, Paguyuban 54 Lurah di Tangsel Ancam Mogok Kerja

oleh -

Monitor, Tangsel – Inspektorat Kota Tangerang Selatan (Tangsel) masih terus melakukan pemeriksaan terhadap Lurah Benda Baru, Kecamatan Pamulang, Saidun.

“Pemeriksaan on proses. Tim sudah memeriksa keterangan yang bersangkutan,” terang Kepala Inspektorat Kota Tangsel, Uus Kusnadi, Sabtu (25/7/2020).

Dilanjutkan Uus, hasil pemeriksaan itu nantinya akan menjadi rujukan bagi sanksi yang akan diberikan terhadap Saidun. Proses itu, kata dia, tak terpengaruh sama sekali meskipun telah ada mediasi dan perfamaian antara pihak SMAN 3 dengan Saidun.

“Kalau kami menindaklanjuti ke disiplin ASN. Kami terus berjalan,” ungkapnya.

Sementara, forum paguyuban lurah se-Kota Tangsel turut bereaksi menanggapi pemeriksaan terhadap Saidun. Bahkan mereka melontarkan ancaman hingga pada aksi mogok kerja jika kasus Lurah Saidun diperpanjang.

“kita masih terus koordinasi, kalau sampai terus berlanjut maka bisa jadi kami mogok kerja dan berhenti memberikan pelayanan. Dampaknya akan luar biasa nanti. Kami menganggap hal ini terlalu dibesar-besarkan, padahal beliau sudah minta maaf. Tidak ada fasilitas sekolah yang rusak, cuma gelas sama toples di atas meja,” tegas Juru Bicara Forum Lurah Tangsel, Tomi Patria Edwardy.

Kini solidaritas sesama profesi lurah tergerak, mereka tak terima jika Lurah Saidun dikorbankan dengan isu siswa titipan. Lantas ancaman bongkar-membongkar praktik titipan itu kini menyeruak. Diduga banyak pihak melakukan hal yang sama sejak bertahun-tahun silam.

“Beliau sudah minta maaf, tapi jangan terus dibully, seolah-olah yang lain bersih dari hal itu. Kalau masih terus seperti ini, maka kami dari forum paguyuban lurah se-Tangsel akan buat laporan ke kejaksaan untuk membongkar dan mengaudit proses penerimaan siswa baru selama ini,” ucapnya.

Peristiwa itu terjadi pada 2 pekan lalu, di mana Lurah Saidun tengah berada di ruang kepala sekolah SMAN 3 Tangsel. Dia menanyakan status 2 siswa titipan yang dinyatakan pihak sekolah sebelumnya dalam daftar tunggu untuk bisa diterima masuk SMAN 3.

Namun insiden kecil pun terjadi, Saidun nampak tersinggung atas penjelasan Kepsek Aan Sri Analiah, lalu dia menendang barang beling di atas meja sambil berlalu pergi meninggalkan sekolah.(bli)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *