Masuk Ritel Modern, Kemendag RI Dorong Pelaku UMKM Tangsel Berinovasi

oleh

Monitor, Tangsel- Kementrian Perdagangan (Kemendag) berupaya mendorong agar produk UMKM Kota Tangerang Selatan (Tangsel) semakin bersaing  dengan produk dari luar Tangsel.

Diketahui, sepanjang tahun 2016 ini terdapat 4.000 lebih produk UMKM  masuk ritel modern. Untuk 2017 mendatang, target 6000 produk UMKM harus sudah masuk untuk di pasarkan di ritel modern.

“Kami mendorong pelaku UMKM untuk bisa masuk pasar ritel modern seperti Carrefour, Superindo dan lainnya,” kata Direktur Penggunaan dan Pemasaran Produk Dalam Negeri pada Kementerian Perdagangan RI, Noviani Vrisvimtati usai menggelar Temu UMKM dengan Ritel/Toko Modern di Hotel Grand Zury BSD, Kecamatan Serpong, Selasa (29/11/2016).

Untuk mengembangkan UMKM yang memiliki potensi supaya bisa digenjot ke pasar ritel modern, kata dia, harus melibatkan pemkot setempat untuk mendorong dan mempromosikan produk UMKM agar terus berkembang.

“Kalau untuk Kota Tangsel, dari ratusan UMKM yang ada baru 20 persen produk yang masuk ke ritel modern,” bebernya.

Menurutnya, pelaku UMKM saat ini maaih terkendala standarisasi yang dikeluarkan oleh toko ritel itu sendiri. Salah satunya yakni soal kemasan, izin edar, label halal serta kontinuitas produk. Ia punenyarankan agar produk hasil UMKM dapat bersaing dengan produk dari luar negeri, maka kemasan harus menarik serta dilengkapi label expired.

“Pemkot Tangsel melalui Disperindag sudah membantu pelaku UMKM dalam label halal dari MUI, izin edar maupun persyaratan lainnya,” katanya menjelaskan.

Noviani menambahkan, untuk penjualan produk UMKM sudah diatur di Permendag nomor 70 tahun 2013 tentang Pedoman Penataan Pasar Tradisional dan Pusat Toko Modern. Di aturan ini disebutkan mewajibkan pusat perbelanjaan modern harus menjual 80 persen.

“Produk UMKM harus dapat berdaya saing dengan produk luar negeri. Makanya, kita dorong pelaku UMKM untuk terus berinovasi,” ujarnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tangsel, Muhamad mengungkapkan, produk UMKM dari kota Tangsel yang sudah masuk ke ritel modern saat ini mencapai 50 produk.

“Di pusat perbelanjaan dan hotel sudah disediakan gerai untuk produk UMKM. Kebanyakan produk kuliner dan garmen,” ujarnya.

Muhamad juga mengatkan untuk lebih mengembangkan produk UMKM ini, Disperindag terus membantu pemasaran, kemasan serta peralatan produksi. Hasil dari produk UMKM ini, selain di pasarkan di dalam negeri juga ada yang di kirim keluar negeri. (mt02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *