Menteri KKP Diciduk KPK, Kantor Eskportir Lobster di Tangsel Terkunci Rapat

oleh -
Kantor PT Royal Samudera Nusantara (RSN) yang berada di Ruko Golden Boulevard (RGB) Blok P22, Lengkong Karya, Serpong Utara, Tangerang Selatan (Tangsel), sepi aktivitas. Pintu Folding Gate di bagian depan nampak tertutup rapat dan terkunci dari dalam

Monitor, Tangsel – Kantor PT Royal Samudera Nusantara (RSN) yang berada di Ruko Golden Boulevard (RGB) Blok P22, Lengkong Karya, Serpong Utara, Tangerang Selatan (Tangsel), sepi aktivitas. Pintu Folding Gate di bagian depan nampak tertutup rapat dan terkunci dari dalam.

PT RSN sendiri merupakan salah satu perusahaan yang diberikan izin untuk mengekspor benur sejak Juli 2020. Kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di bawah Menteri Edhy Prabowo telah mencabut larangan ekspor benih lobster peninggalan dari mantan Menteri KKP Susi Pudjiastuti.

Melalui Peraturan Menteri (Permen) Nomor 12/Permen-KP/2020 tentang Pengelolaan Lobster, Kepiting, dan Rajungan di Indonesia, Menteri Edhy mencabut kebijakan tersebut. Selanjutnya sekira 30-an perusahaan memeroleh izin untuk mengekspor benur, termasuk PT RSN.

Sekilas, kantor PT RSN nampak tak terlalu mencolok dibanding dengan kantor-kantor lain di sekitarnya. Hanya terlihat spanduk yang terpasang di muka lantai 2 dari Ruko berlantai 3 itu. Spanduk tersebut berisi keterangan nama perusahaan disertai alamat lokasi.

Monitor coba mengonfirmasi sepinya aktivitas di kantor PT RSN, Kamis (26/11/2020) siang. Setelah menunggu cukup lama di halaman depan, akhirnya muncul seorang pria berkaus hitam keluar membuka pintu Folding Gate menuju warung di sebelah Ruko. Sayangnya, saat dihampiri pria tersebut enggan bicara panjang lebar.

“Saya kurang tahu ya mas, saya cuma penjaga aja di sini. Maaf ya mas, di sini nggak ada siapa-siapa,” ujarnya seraya kembali menutup Folding Gate dari dalam.

Beberapa pekerja yang kantornya bersebelahan dengan PT RSN pun mengaku heran, sebab suasana kantor PT RSN kini sepi dan tak beroperasi sebagaimana biasanya. Disebutkan, perusahaan pengekspor lobster itu belum sampai setahun ini menyewa Ruko.

“Iya udah beberapa hari ini sepi, kalau sebelumnya ya normal aja. Belum setahun ini kantor beroperasi. Kita tahunya itu sering ada mobil bawa boks berisi lobster, saya juga sering lihat sendiri,” kata Herdi (37), di lokasi.

Data yang dihimpun, Komisaris Utama PT RSN seorang berinisial AB yang tak lain adalah Wakil Ketua Umum Tunas Indonesia Raya (Tidar) atau organisasi sayap dari Partai Gerindra. Meskipun dia disebutkan hanya sebagai salah satu dari pemodal, namun keberadaannya di PT RSN sulit dipisahkan dari posisinya sebagai kader partai.

Sama halnya dengan perusahaan eksportir benur lainnya, seperti PT Bima Sakti Mutiara. Dalam perusahaan itu, Hashim Djojohadikusumo yang tak lain adalah adik kandung Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, menjabat sebagai komisaris. Begitupun putrinya, Rahayu Saraswati yang memegang kendali sebagai direktur utama.

Menteri Edhy Prabowo diciduk KPK setibanya dari kunjungan luar negeri di Bandara Soekarno-Hatta pada Rabu 25 November 2020 dinihari. Dia diduga telah menggunakan uang dugaan suap hampir mencapai Rp1 miliar saat melakukan perjalanan ke luar negeri, dari total Rp9 miliar yang diduga diperuntukkan ke orang terdekat Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto itu.

Sumber internal Bidang Penindakan KPK menyatakan, penangkapan terhadap Menteri KPP Edhy dan sejumlah orang lainnya tidak terjadi tiba-tiba. Sebelum lawatan ke luar negeri khususnya Amerika Serikat, telah terjadi komunikasi dengan pihak swasta atau pengusaha yang mengurusi proses penetapan calon exportir benih lobster saat pengajuan di KKP.

Dalam proses komunikasi tersebut, kemudian terjadi dugaan kesepakatan termasuk alokasi uang untuk Edhy selaku Menteri KKP. Proses transaksi terjadi melalui transfer antar-rekening bank. Transfer terakhir, terjadi saat dia berada di luar negeri. Saat dalam lawatan di luar negeri itulah Menteri Edhy diduga melakukan penarikan atau penggunaan uang yang telah ditransfer pengusaha.(bli)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *