Merasa Dicurangi, Caleg Partai Golkar Kori Priadi Lapor ke Bawaslu Tangsel

oleh -
TB Faisal Hamdan dari Tim Kuasa Hukum Kori Priadi menjelaskan ke awak media perihal kedatangan ke kantor Bawaslu Tangsel untuk melaporkan dugaan pelanggaran Pemilu 2024 , Jum'at 8 Maret 2024.

Monitor, Tangsel- Tidak terima dengan hasil Pleno di tingkat Kecamatan Pondok Aren karena perselisihan suara, Kori Priadi, Caleg Partai Golkar nomor urut 3 dapil Pondok Aren melaporkan dugaan penggelembungan suara oleh  rival politiknya, Aguslan Busro Caleg nomor urut 8 dari partai yang sama ke Bawaslu Tangsel.

Selain dugaan penggelembungan suara, Kori yang didampingi kuasa hukumnya, TB Uuy Faisal Hamdan juga melaporkan dugaan pelanggaran Pemilu 2024 oleh rival politiknya  dengan membawa sejumlah barang bukti terkait dugaan pelanggaran saat di kantor Bawaslu, Jumat, (8/3/2024).

Keluar dari kantor Bawaslu Tangsel usai laporan, TB Faisal kepada sejumlah awak media menjelaskan, pihaknya mendatangi Bawaslu Tangsel dengan mempersiapkan beberapa point penting atas dugaan pelanggaran Pemilu yang dilakukan Caleg nomor urut 8, Aguslan Busro,

“Kami mengacu kepada Undang-undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu Pasal 454 ayat 1 yang menyatakan bahwa pelanggaran Pemilu dapat berasal dari temuan langsung maupun laporan,” katanya.

Faisal  menambahkan, barang bukti yang disiapkan oleh timnya berupa  video yang telah beredar di media sosial. Selain melapor ke Bawaslu, ia juga akan melaporkan perselisihan suara tersebut ke Mahkamah Partai Golkar melalui Tim Advokasi Bapilu Pusat Partai Golkar.

“Kami akan mengajukan perselisihan suara ke Mahkamah Partai Golkar melalui Tim Advokasi Bapilu Pusat Partai Golkar setelah melekukan koordinasi,” terangnya.

Faisal juga menegaskan bahwa suara kliennya sedari awal sudah unggul . namun  tidak diketahui secara jelas tiba-tiba bisa selisih suara lebih kecil dengan Aguslan Busro yang merupakan Caleg nomor urut 8 sebanyak 103 suara.

“Awalnya suara klien kami sudah unggul , namun diakhir diketahui perselisihan suara terjadi sebanyak 103 suara. Mengacu pada Pasal 28 ayat 1  yang melarang pasangan calon memberikan janji atau materi lainnya untuk mempengaruhi pemilu atau pemilih. Makanya kami bertindak untuk memastikan bahwa hak hukum klien kami diusut tuntas oleh Bawaslu,” tandasnya.

Kedatangannya ke Kantor bawaslu Tangsel dengan membawa barang bukti berupa  flashdisc berisi video dari you tube yang menunjukan pelanggaran yang dilakukan oleh kubu lawannya. Dalam flashdisc tersebut, ada dua video  sebagai bukti yang menunjukan aktivitas kampanye dan pernyataan yang menunjukan dana berasal dari paslon Aguslan Busro.

Ditempat yang sama, Kori Priadi menjelaskan bahwa langkahnya melapor ke Bawaslu Tangsel guna meredam gejolak protes dari para pendukungnya yang juga tidak terima dengan hasil rekapitulasi suara di tingkat kecamatan Pondok Aren dengan perselisihan suara yang sedari awal unggul tiba-tiba jadi berubah.

“Para pendukung saya juga protes ke PPK kenapa ini bisa terjadi. Kalau saya tidak redam kemarahan mereka  saya khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Kori.

Hingga berita ini dirurunkan, monitortangerang.com belum mendapat tanggapan dari pihak Aguslan Busro selaku Caleg terlapor. (mt01)

No More Posts Available.

No more pages to load.