Nahas!Bantu Ibu Jualan, Kakak-Adik Dikeroyok Preman

oleh -
Remaja berinisial IF (17) dan adik perempuannya, TM (16), menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah preman

Monitor, Tangsel – Seorang remaja berinisial IF (17) dan adik perempuannya, TM (16), menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah preman di arena pasar malam, Jalan HK Kademangan, Setu, Tangerang Selatan (Tangsel).

Akibat pengeroyokan, IF mengalami lebam di bagian wajah, pelipis matanya membiru, dan bibir nampak pecah membengkak. Sedangkan adik perempuannya, TM, mengalami luka lecet dan lebam di bagian lengan dan badannya.

“Kalau saya dikeroyok dua kali, yang pertama sama 3 orang, terus yang kedua manggil temannya lagi lebih banyak sekira 10 orang. Adik saya dipukulin juga, waktu dikeroyok yang pertama,” tutur IF di Mapolsek Cisauk, Jumat (25/9/2020).

IF sendiri bekerja mencari nafkah sebagai tukang odong-odong membantu ibunya yang berjualan di lokasi itu. Sedang adiknya, TM, berjualan sosis bakar di tempat yang sama. Keduanya mengisi waktu malam dengan bekerja guna meringankan beban keluarga.

Sang adik, TM, menceritakan jika sebelum terjadi pengeroyokan ada temannya yang berselisih dengan seorang perempuan paruh baya melalui sambungan telepon. Perselisihan meluas menyeret-nyeret dirinya, lantaran HP yang digunakan berkomunikasi adalah miliknya.

“HP saya kan kadang suka dipinjam sama temen, nah jadi temen saya ini hubungi seseorang temannya juga. Nggak tau kenapa, mungkin cekcok atau gimana jadi ada ibu-ibu hubungi balik ke nomor saya itu, sampai ngancem begitu. Saya sudah jelasin salah orang, tapi dia tetap ngancem ke saya karena dibilang saya temannya juga,” tutur TM.

Karena ingin meluruskan persoalan, TM mengajak orang tuanya datang ke kediaman ibu yang mengancamnya. Di sana akhirnya diakui, jika terjadi kesalahpahaman. Masalah pun dianggap selesai. Namun demikian, ternyata hal itu malah terus berlanjut menjadi pengeroyokan.

“Padahal dari rumah ibu itu selesai, dia ngakuin salah orang, niat ngancamnya bukan ke saya. Udah selesai malam itu. Habis itu waktu saya dan abang saya lagi dagang di pasar malam, tiba-tiba ada 3 orang nyariin saya sama abang. Saya dikejar, terus dipukulin, abang saya misahin terus abang saya digebukin juga,” sambung TM.

Setelah berhasil dilerai warga sekitar, Ternyata para pelaku pengeroyokan masih tak puas lalu memanggil kelompoknya yang lain. Menjelang tengah malam usai selesai berjualan, IF tak menyadari telah ditunggu lebih dari sekira 10 pria remaja. Di depan minimarket, IF lantas dikeroyok hingga terluka parah.

“Waktu itu saya sendiri. Yang ngeroyok lebih dari 10 orang. Ada yang megangin dari depan, belakang, itu orang-orang sekitar nggak berani misahin karena yang ngeroyok saya rame. Mulutnya pada bau minuman, kebanyakan tukang parkir di situ, rombongan itu yang ngeroyok,” ucap IF.

Atas kejadian tersebut, orang tua IF dan TM telah membuat laporan ke Mapolsek Cisauk pada dinihari malam kejadian, Minggu 20 September 2020. Sementara hasil visum sendiri baru keluar pada Rabu 23 September 2020 di Rumah Sakit Selaras.

“Hari ini di BAP-nya. Karena kemarin nunggu hasil visum juga,” tukas TM.

Ayah dari IF dan TM, sendiri enggan dikonfirmasi soal pengeroyokan yang menimpa kedua anaknya. Dengan wajah terlihat cemas dan tegang, pria berusia renta itu nampak sibuk keluar masuk ruang penyidik Mapolsek Cisauk.

Pihak kepolisian sendiri hingga saat ini belum bisa memberikan keterangan apapun, lantaran prosesnya baru pada penyelidikan awal dari keterangan korban, saksi dan bukti visum.(bli)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *