Ormas Sebar Surat Minta THR, Pedagang di Tangsel Resah

oleh -

Monitor, Tangsel – Para pedagang yang membuka usaha di bilangan Legoso, Ciputat Timur, Tangerang Selatan (Tangsel) resah atas permintaan dana Tunjangan Hari Raya (THR) oleh salah satu kelompok Ormas.

Surat itu dikirimkan merata ke setiap tempat usaha di kawasan Ciputat Timur. Pengirimnya berjumlah 4 orang yang lengkap mengenakan seragam Ormas berwarna hitam. Mereka memberi batas waktu agar pedagang menyetorkan dana THR paling lambat Kamis 6 Mei 2021.

Salah satu pedagang berinisial YS (42) menuturkan, sejumlah oknum Ormas tersebut datang ke tempat usahanya pada Kamis 29 April 2021 sore. Lantas mereka menitipkan sebuah amplop berisi surat resmi permintaan dana THR yang dilengkapi pula selembar kuitansi.

“Jadi Kamis kemarin datang berempat, pakai seragam semua. Semua tempat usaha di sini dikasih surat semua. Mereka bilang Kamis besok tanggal 6 terakhir penyetoran, nanti mereka balik lagi,” katanya, Selasa (04/05/21).

Saat dicek, amplop surat itu dicetak khusus dengan identitas, logo dan alamat sekretariat Ormas. Begitu pun dalam isi surat, di mana pada bagian kepala surat terlampir keterangan yang sama dan ditandatangani oleh Ketua dan Sekretarisnya.

“Perihal : Permohonan Bantuan Dana/THR,” bunyi isi surat di bagian atas.

Meski tak disebutkan jumlah nominal yang diminta untuk dana THR itu, para pedagang tetap merasa was-was lantaran jika memberikan dana yang minim akan mengalami intimidasi.

“Namanya juga Ormas pak, serba salah posisi kita pedagang, padahal situasi lagi sulit begini. Kita kasih kecil nanti malah ngamuk. Kita pasrah aja, semoga mereka bisa mengerti keadaan kita sekarang,” ucap pria yang menjual jasa tukang cukur rambut itu.

Menurut YS, kondisi pandemi saat ini membuat seluruh sektor usaha UMKM terjepit. Bahkan sebagian besar rekan-rekan usahanya bangkrut karena tak mampu bertahan, lalu memilih pulang kampung.

“Banyak pak yang usahanya nggak kuat, terus pulang kampung. Kita yang bertahan di sini karena nggak punya pilihan lagi, anak-istri harus makan, tempat usaha harus bayar sewa. Sekarang mau nyukupin buat makan sehari aja susah, gimana buat yang lain, apalagi sampai ngasih THR ke Ormas,” keluhnya.(bli)

Tinggalkan Balasan