Pabrik Dimsum Digeledah Polisi Narkoba, Pemilik Klarifikasi Begini

oleh -

Monitor, Tangsel – Setelah sempat diamankan polisi, Makmur yang merupakan pemilik pabrik dimsum di Benda Baru, Pamulang, akhirnya dipulangkan usai 10 jam dimintai keterangan di Satuan Narkoba Polres Tangerang Selatan (Tangsel). 

Sejumlah anggota Satnarkoba Polres Tangsel mendatangi pabrik dimsum milik Makmur pada Jumat 30 Juli 2021 siang. Kedatangan petugas sontak membuat heboh para pekerja, apalagi beberapa di antaranya disebut turut mengecek ruangan produksi.

Makmur pun dibawa petugas ke Mapolres Tangsel siang itu. Bahkan pekerja pabrik sempat mengatakan, jika petugas membawa pula bahan-bahan pembuatan dimsum sebagai sampel pemeriksaan.

Ditemui di pabriknya, Makmur membeberkan bahwa dia dibawa polisi bukan terkait penyelidikan apapun. Begitu pun soal kedatangan petugas ke pabrik yang disebut hanya untuk membeli dimsum buatannya.

“Jadi kemarin itu polisi datang ke tempat saya mampir mau beli dimsum aja. Terus saya diajak ke Polres buat ngobrol-ngobrol santai di sana. Sekitar jam 11 malam saya pulang,” tutur Makmur, Sabtu (31/07/21).

Makmur mengaku, petugas sempat memberi arahan kepadanya untuk melengkapi surat izin edar dan menerapkan protokol kesehatan di lingkungan pabrik. Selebihnya, perbincangan hingga larut malam di ruangan Satnarkoba lebih pada hal-hal umum.

“Memang sempat diarahin soal izin edar dan prokes pekerja saya. Kalau izin edar masih proses penerbitan, nah kalau prokes kemarin itu ada yang kedapatan nggak pake masker katanya,” sambung Makmur.

Dia mengatakan, tak ada masalah apapun dengan kepolisian. Menurutnya, sampel bahan dimsum yang dibawa polisi kemarin bukan untuk diperiksa kandungan zatnya melainkan hanya untuk dikonsumsi petugas saja.

“Jadi bukan untuk sampel itu yang kemarin dibawa, memang dimsum buat dimakan aja karena polisi datang itu untuk beli dimsum bukan geledah apa-apa,” ungkapnya.

Pengakuan itu cenderung berbanding terbalik dengan keterangan para pekerja dan saksi-saksi sebelumnya. Namun Makmur memastikan, apa yang disampaikan murni berdasar kejadian sebenarnya tanpa tekanan siapapun.

“Nggak ada tekanan, jadi saya mau klarifikasi aja begitu yang terjadi kemarin,” ucapnya.

Penjelasan Makmur didukung pula oleh Ketua RT setempat, Muhasan. Ketua RT06 sempat bolak-balik mendampingi Makmur di Polres Tangsel. Dia menyebut, selama ini bahan produksi dimsum aman dikonsumsi tanpa mengandung zat berbahaya.

“Ini pabrik adanya belum lama, setahunan lah mungkin di sini. Kalau untuk bahan-bahan mah clear kemarin, jadi nggak ada pemeriksaan bahan-bahan yang dilarang.

Sementara, Satnarkoba Polres Tangsel memilih bungkam saat dikonfirmasi atas hal itu.  Tak ada penjelasan apapun terkait pemeriksaan pabrik dimsum kemarin.(bli)

Tinggalkan Balasan