Paslon Azizah-Ruhama Fokus Isu Lingkungan Jika Terpilih di Pilkada Tangsel

oleh -
Siti Nur Azizah

Monitor, Tangsel – Pasangan Calon Walikl Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) nomor urut 2, Siti Nur Azizah-Ruhamaben akan fokus soal isu lingkungan. Rencana itu akan diwujudkan, jika Azizah-Ruhamaben memenangkan Pilkada 9 Desember nanti.

Seperti diketahui, isu lingkungan di Tangsel belum menemukan titik temu sejak berdiri 11 tahun silam. Isu itu seperti salah satunya soal Sungai Cisadane menjadi tempat pembuangan limbah sampah Covid-19 yang akhir-akhir ini jadi sorotan media.

Menurut Azizah, isu lingkungan tersebut akan menjadi fokus ketika pihaknya memenangi Pilkada Desember nanti. Meski, kata Azizah, isu lingkungan saat ini tidak masuk dalam program kampanyenya.

“Isu lingkungan akan kita jadikan fokus dalam program kedepan, itu menjadi misi kita kedepan. Soalnya dalam program ini, kami ingin membangun kota yang betul-betul kota organik, keinginan kita menjadi kota nyaman dan berkelas di dunia,”terang Siti Nur Azizah di rumah tim pemenangan Azizah-Ruhakaben, Rawa Buntu, Serpong, Senin (12/10/2020).

Azizah menegaskan, pihaknya akan menjadi fokus soal pengelolaan sampah lantaran isu itu diklaim telah jadi misi dalam programnya. Selain itu, pihaknya kedepan akan memperbanyak ruang-ruang publik.

Sementara, Calon Wakil Walikota Ruhamaben angkat bicara terkait isu soal sampah limbah Covid. Pasalnya, isu tersebut diakuinya menyangkut nama PT PITS.

“Isu soal limbah covid tadi menyangkut PT PITS, jadi saya akan memperjelas. Saat ini saya sudah mengundurkan diri dari PT PITS, tapi soal limbah covid bisa saya jelaskan,”jelas Ruhamaben.

Mantan direktur keuangan PT PITS, itu menjelaskan bahwa soal sampah, transportasi serta pengelolaan yang dilakukan oleh PT PITS. Menurut dia, dalam kelola itu limbah medis diangkut dari Tangsel menuju Cilegon, Banten.

“Sampah, transportasi dan pengelolaan limbah medis diangkut dari Tangsel. Salah satunya RSPP menjadi langganan PT PITS dalam pengelolaan limbah covid, tempatnya pembuangan limbah itu khusus dan diangkut dengan mobil lalu dimusnahkan di Cilegon. Manivesnya itu harus ada bukti untuk dibakar,”ungkap Ruhamaben.(bli)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *