Perampok Bersajam Satroni Kantor JNE di Tangsel, Karyawati Dianiaya Hingga Luka Berat

oleh -

Monitor, Pondok Aren – Aksi perampokan terjadi di kantor jasa pengiriman barang JNE, di Jalan Dr Setiabudi Nomor 1, Maharta, Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel). Karyawati sekaligus pemilik usaha tersebut, Yuliana Kennytha, sempat dianiaya hingga mengalami luka berat di bagian wajah.

Informasi yang dihimpun, kejadian berlangsung Selasa 28 Agustus 2018 siang. Ketika itu, Kennytha tengah berada di dalam kantor. Dia bertugas siang hari, menggantikan pegawai lainnya yang baru saja pulang.

Tak beberapa lama, muncul pelaku seorang diri yang berpura-pura mengirim paket barang. Merasa suasana sepi, seketika pelaku langsung menodongkan senjata tajam kepada Kennytha dan memintanya menunjukkan tempat penyimpanan uang.

“Jadi toko itu milik sendiri, anak saya tadi jaga gantiin yang masuk pagi. Terus pelaku itu datang, karena sepi lalu menodong anak saya dengan senjata tajam, karena anak saya teriak dan melawan akhirnya dia dianiaya,” tutur Yuliana, ibu korban, saat dikonfirmasi, Rabu (29/8/2018).

Akibat penganiayaan, Kennytha mengalami luka lebam di wajah akibat dibenturkan ke dinding oleh pelaku. Salah satu giginya pun harus tanggal akibat dipukuli dan dianiaya. Takut aksinya diketahui masyarakat, pelaku lantas bergegas kabur sambil menggasak handphone korban.

“Handphone nya dibawa lari sama pelaku. Tapi sebelumnya anak saya sempat dianiaya, hidungnya retak dan mengeluarkan darah, giginya juga tanggal,” imbuh Yuliana.

Korban akhirnya dilarikan ke RSUD Tangsel guna menjalani perawatan. Hasil visum dokter, Kennytha mengalami luka lebam di bagian wajahnya. Selanjutnya, aksi brutal pelaku dilaporkan pihak keluarga ke Mapolsek Pondok Aren guna dilakukan pengejaran.

Sayangnya, pihak kepolisian dari Mapolsek Pondok Aren mengaku belum mengetahui perihal perampokan sadis itu. Padahal beberapa waktu terakhir ini, terdapat sejumlah kasus kekerasan dan perampokan yang terjadi di wilayah hukum Pondok Aren.

“Kasus ini seperti tidak jelas dan bohong, karena kita sudah datang kesana, sampai ke rumah sakit pun tidak ada yang tahu. Kejadian ini masih belum jelas kebenarannya. Tolong bantu cari ya, karena filling saja ada yang buat hoax,” jawab Kompol Yudho Huntoro, Kapolsek Pondok Aren dikonfirmasi terpisah.

Namun beberapa saat kemudian, kejadian itu dibenarkan oleh Kompol Yudho Huntoro. Menurut dia, kasus tersebut sedang ditangani oleh jajarannya. Pihak kepolisian juga langsung menggelar olah tempat kejadian perkara berdasarkan kesaksian korban yang didampingi ibunya.

“Oh iya ada, kita masih lidik (Menyelidiki) pelakunya,” ucap Yudho membenarkan kejadian itu.(bli)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *