Peranan Sumpah Pemuda Dalam Mengisi Kemerdekaan Bersama Persatuan Nusantara Maju

oleh

Monitor, Jakarta-  Setiap 28 Oktober, Indonesia merayakan Hari Sumpah Pemuda. Pada  peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-91 (Tahun 2019).  ini bertema “Bersatu kita Maju”.

Bersama, Persatuan Nusantara Maju dan sejumlah Ketum Organisasi di wilayah Jakarta dan sekitarnya momentum Hari  Sumpah Pemuda diadakan dalam nuansa diskusi bertema “Peranan Sumpah Pemuda dalam mengisi Kemerdekaan, diadakan di Kedai Kopi Banksaku,  Jalan Biak, Cideng  Jakarta Pusat, Kamis (31/10/2019).

Pada acara tersebut sejumlah nara sumber senior turut hadir memberikan materi dalam rangka Peranan Sumpah Pemuda dalam mengisi Kemerdekaan, diantaranya, Komjen Polisi Drs. Dharma Pongrekun, S.H, M. H, M.M., Mayjen TNI (Purn) Saurip Kadi (Pengamat), Ibu Indra Soegandie : Tokoh Nasionalis yang mengalami pemerintahan dalam 3 zaman,orde  lama, orde baru dan reformasi serta Ibu Nancy Angela Hendriks, Bunda Patriot Manguni Makasiouw.

“Saat ini banyak badnews dan keterbukan Informasi publik menjadi konsumsi publik, Ini semua  malah menjadi tontonan, seperti kasus perceraian malah di pertontonkan, hanya untuk uang,” Kata Komjen Polisi Dharma Pongrekun.

” Saat ini banyak orang mencari sesuatu dengan cara yang ‘Mudah, cepat, nyaman, berseri, Banyak orang sekarang untuk hidup instan,” ujarnya.

” Termasuk Radikalisme, Semua itu design,” sambungnya.

Dikatakan Komjen Polisi Drs. Dharma Pongrekun, Alat alat gadget yang dibuat saat ini dibuat untuk kita  berantem, semua yang ada by design dan dibuat Masif,

Lanjutnya, Saat ini banyak orang sekarang menjadi folowers, jangan diikuti agenda global yang ada. Contoh, mana pernah kita menciptakan motor buatan Indonesia sendiri, yang ada semua dari luar.

“Banyak dimainkan konsep ketakutan. Akhirnya kita masuk dalam sistem dunia tatanan baru, saat ini kita tidak boerderless karena sudah ada internet,  yang mereka mau ganggu bukan apa-apa bukan cuma harta, akan tetapi iman kita, Ini hanya variasinya saja,” imbuhnya.

“Pada intinya yang sedang dimainkan, Kita sering diberikan rasa ketakutan,  seribu alasan  kesibukan untuk menjauh dari tuhan kita,” pungkas  Komjen Dharma pongrekun.

Ditempat yang sama, narasumber senior lainnya, Ibu Nancy Angela Hendriks , Bunda Patriot Manguni Makasiouw,  Dalam paparan secara gamblang mengatakan, Pemuda -pemuda saat ini sudah banyak di rasuki hal-hal radikalisme dan menyampaikan makna soal bunyi naskah sumpah pemuda.

“Mereka mengaku berbangsa yang satu, Bangsa Indonesia. Tapi kenapa harus ada bendera -bendera lain,” ucapnya.

” Semua ini yang ada di Indonesia yang diributin hanya sebatas ekonomi,” tandasnya.

Disadari atau tidak, radikalisme sudah masuk ke indonesia melalui dunia pendidikan dan ke anak-anak, hal tersebut nyata tetapi kita masih belum sadar.

” Tugas kita membantu dan menjaga pemerintahan Pa Jokowi yang ada saat ini, dengan cara melawan dan menumpas radikalisme dan intoleran yang saat ini sedang saya jalankan bersama Tim, baik lewat Medsos dan lainnya,” ungkap Bunda Patriot Manguni.

” Saya meminta untuk pemuda pemudi indonesia kita bergerak, biarkan elite politik dengan tugasnya, Kita bergerak  tanpa harus bertanya ada logistik apa tidak, Saya akan menggambungkan anak -anak bangsa. Jaga Indonesia, tanpa membedakan, suku, agama dan lainnya,” pungkasnya.(mt01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *