Peringati Hari Bumi Sedunia, DLH Tangsel Kirim Pesan Pentingnya Penyelamatan Lingkungan

oleh -
Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan didampingi Kepala DLH Tangsel, Wahyunoto Lukman (pakai batik) saat acara peringatan Hari Bumi Sedunia 2022 di Kantor DLH Tangsel, Kamis (21/4/2022).

Monitor, Tangsel- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) turut merayakan peringatan Hari Bumi Sedunia 2022 yang bertemakan “Berinvestasi pada Planet Kita”. Peringatan tersebut bertujuan untuk membangun kepedulian warga terhadap kelestarian lingkungan hidup.

Bertempat di Aula kantor DLH, peringatan Hari Bumi yang juga dihadiri Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, diisi dengan berbagai kegiatan perlombaan dan pameran yang melibatkan para pelajar tingkat SD hingga SMA dari sejumlah sekolah Adiwiyata yang ada di Kota Tangsel.

Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan mengatakan, bahwa pengenalan terhadap lingkungan sangat penting dilakukan sejak usia dini, sehinga anak-anak bisa lebih memahami makna pelestarian lingkungan hidup terlebih dalam isu pokok penanganan dan pengurangan sampah.

Wakil Wali Kota Tangsel memperhatikan peserta yang sedang ikut lomba melukis.

“Ke depan, pelajaran mengenai lingkungan harus menjadi kurikulum wajib bagi siswa. Mereka perlu pintar dalam menangani isu lingkungan sejak dini, mulai dari buang sampah dan lain sebagainya. Langkah yang cukup baik ini mudah-mudahan tetap kontinyu,” kata Pilar.

Memaknai Hari Bumi, sambung Pilar, Pemkot Tangsel masih terus fokus dalam agenda besar penanganan sampah Cipeucang. Dengan mendorong konsultan ADB untuk segera mengeluarkan kajian yang terbaru setelah BBWS mengatakan bahwa garis sepadan sungai itu harus mundur untuk pemasangan insenerator.

“Waste to Energi (proses menghasilkan energi dalam bentuk panas atau listrik dari sampah-red) harus segera jadi di Tangsel. Semoga ke depan Tangsel tidak lagi melakukan dumping dalam penaganan sampah yang selama ini di buang ke Nambo dan Cilowong sebab itu bukan solusi permanen,” imbuhnya.

Selanjutnya sambung Pilar, Pemkot Tangsel saat ini juga sangat terbantu mengatasi solusi penanganan sampah melalui teknologi ITF (intermediate treatment facility) yang sudah berjalan di wilayah Kecamatan Pondok Aren. Teknologi tersebut bisa mengatasi lebih kurang 200 ton sampah perharinya.

Pemberian penghargaan kepada peserta lomba yang jadi juara.

Sementara itu, Kepala DLH Kota Tangsel, Wahyunoto Lukman mengungkapkan bahwa peringatan Hari Bumi sangat penting sebagai momentum mencari perhatian publik dalam rangka memberikan pesan penting membangun dan menyelamatkan lingkungan hidup. Mulai dari mengurangi sampah mendaur ulang, mengurangi pemakaian air, energi listrik serta tidak membakar sampah yang menyebabkan polusi dan hal lainnya yang berkaitan dengan penyelamatan lingkungan.

Menurut Kadis, partisipasi sekolah Adiwiyata dalam peringatan Hari Bumi sangat membantu, sebab mereka telah berhasil melaksanakan program budaya hidup bersih dan cinta lingkungan hidup dengan karya nyata.

“Yang dipamerkan rata-rata dari daur ulang sampah semua, dari bungkus kopi, kertas koran, kardus dan lain-lain. Maka mereka yang kita undang, karena isyu pokoknya adalah penanganan dan pengurangan sampah,” ujarnya.

Suasana pameran hasil olahan para siswa yang ramah lingkungan.

Terkait penanganan sampah, sambung Kadis harus dimulai dari hulu atau produsen sampah terutama sampah rumah tangga. Sebab itu, pihak DLH selama ini terus mengevaluasi serta memberikan sosialisasi edukasi terhadap penanganan sampah rumah tangga melalui TPST 3R (reuse, reduce dan recycle).

“Sampai sekarang masih menjadi cara terbaik dalam mengelola dan menangani sampah dengan berbagai permasalahannya. Sistem tersebut, menjadi salah satu solusi pengelolaan sampah disamping mengolah menjadi kompos atau memanfaatkan sampah menjadi sumber listrik,” kata Kadis.

Selanjutnya, secara massif juga sudah dibentuk ratusan Bank Sampah di Tangsel sebagai sarana warga untuk memilah sampah, kemudian bisa memilki nilai ekonomi.

“Sampah organik juga bisa menjadi kompos dan bernilai ekonomi meskipun prosesnya lebih lama,” pungkas Kadis. (ADV)

Tinggalkan Balasan