PJs Walikota Tangerang: RPJMD yang Baik Dorong Peningkatan Kualitas Pemda

oleh -

Monitor, Kota – Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) adalah penjabaran dari visi, misi, dan program Kepala Daerah yang penyusunannya berpedoman pada RPJPD serta memperhatikan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

RPJMD juga memuat arah kebijakan keuangan daerah, strategi pembangunan daerah, kebijakan umum, dan program Satuan Kerja Perangkat Daerah, lintas Perangkat Daerah, program kewilayahan yang disertai dengan rencana-rencana kerja dalam kerangka regulasi dan kerangka pendanaan yang bersifat indikatif.

Pejabat Sementara (PJs) Walikota Tangerang M. Yusuf mengatakan, dengan RPJMD yang baik maka akan mendorong pula meningkatnya kualitas dari suatu pemerintah daerah.

“Kalau semua pegawai kompetensinya meningkat,  nantinya akan memudahkan kepala daerah untuk mengisi setiap jabatan sesuai dengan kompetensinya,” kata M. Yusuf saat membuka kegiatan Diklat Penyusunan RPJMD dan Rencana Strategis (Renstra)  di lingkungan pemerintah kota Tangerang, di Hotel Ara Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, Selasa (13/3).

Acara yang diikuti oleh 45 orang pejabat pengawas di tiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Tangerang itu, M. Yusuf juga berpesan agar setiap aparatur pemerintah dapat memanfaatkan kegiatan diklat peningkatan kompetensi yang diselenggarakan oleh Pemkot Tangerang untuk meningkatkan kualitas diri setiap pegawai.

Dalam penyusunan RPJMD dan Renstra, M. Yusuf juga mengimbau kepada seluruh aparatur Pemkot setempat agar dapat lebih memperhatikan dinamika isu-isu strategis yang beredar di masyarakat. Sebab hal itu bisa sebagai bahan dalam penyusunan RPJMD.

“Dari hal-hal yang terjadi di masyarakat, kita bisa ambil sebagai masukan. Oleh karena itu kita harus lebih peka melihat isu di masyarakat, ” imbaunya.

Sebelum menutup arahannya,  M. Yusuf menekankan kepada aparatur Pemkot Tangerang harus mampu menjadi seorang negarawan, sehingga bisa bekerja demi kepentingan masyarakat yang lebih luas dan bukan karena siapa yang menjadi pemimpin.

“Karena negarawan pasti netral siapapun yang jadi kepala daerah,” tegasnya. (ben)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *