Pria Tua Renta Jadi Pemasok Sabu di Tangsel, Sasar Pelajar hingga Mahasiswa

oleh -

Monitor, Tangsel – Seorang pria berusia renta, KY (56), diciduk polisi setelah diendus sebagai bandar pemasok narkoba jenis sabu di wilayah Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Pelaku menyasar berbagai lapisan masyarakat, baik pelajar hingga mahasiswa.

Barang bukti yang tersisa berupa sabu seberat 2,5 kilo. Polisi sempat mengintai aktivitas pelaku sebelum dilakukan penangkapan di wilayah Pondok Benda, Pamulang. KY diciduk dengan barang bukti sabu di tangan sebanyak 5 gram. Sedangkan sisanya tersebar di beberapa lokasi lainnya.

“Sebagai bandar narkotika jenis sabu, tersangka ini menitipkan, membagikan barang-barang bukti ini ke beberapa tempat Berhasil disita narkoba jenis sabu sebanyak 2,5 kilogram yang disita dari tangan KY di tiga tempat, saat ditangkap, dirumah tersangka, dan di rumah kontrakan tersangka,” terang Kapolres Tangsel, AKBP Iman Setiawan, Jumat (25/9/2020).

Dari hasil penyelidikan, KY mengaku bahwa barang-barang itu diperolehnya dari bandar besar berinisial A dan S yang kini berstatus DPO. Disebutkan pula, jika pasokan sabu sebelumnya telah banyak diedarkan yaitu sebanyak 1 kilo dan 3 kilo.

“Narkotika yang ada padanya itu merupakan narkotika yang sudah diterima berulang kali kepada jaringannya. Sebelumnya telah diterima 1 kilo dan itu sudah habis, kemudian diterima 3 kilo itu juga sudah habis, berhasil kita ungkap dan kita amankan 2,5 kilo,” sambung Iman.

Kapolres sendiri tak menjelaskan secara spesifik kalangan mana saja yang pernah melakukan transaksi dengan KY. Dijelaskannya bahwa semua kalangan umum pernah membeli sabu dari pelaku. Sabu itu dipecah menjadi bagian-bagian kecil, lalu diedarkan ke bandar kecil di bawahnya lagi.

“Semua lapisan. Jadi dia kemudian menyebar narkoba ini ke beberapa pengedar di bawah-bawahnya lagi, jadi ini terus diperkecil jumlahnya,” katanya.

Jika dinilai dalam rupiah, maka sabu seberat 2,5 kilo itu setara dengan nilai Rp2,5 miliar. Dalam perhitungan polisi, dengan menyita sabu sebanyak itu sama halnya telah menyelamatkan 25 ribu masyarakat dari penggunaan narkoba.

Menurut Iman, KY sendiri baru menjalani profesi sebagai bandar sabu setahun belakangan. Penangkapan terhadap KY merupakan pengembangan kasus dari unit Sat Narkoba Polres. Dia pun terancam hukuman penjara seumur hidup.

“Terhadap tersangka dikenakan Pasal 114 ayat 2 subsider 112 ayat 2 Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman seumur hidup atau minimal 5 tahun,” tukas Iman.(bli)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *