PTM di Sekolah, Penggiat Literasi: Lindungi Anak – Anak dari Covid-19

oleh -
Sosialisasi protokol kesehatan kepada anak-anak di Rumah Baca Sahabat Pena

Monitor, Kabupaten, – Dalam rangka peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) tahun 2021, Rumah Baca Sahabat Pena menggelar sosialisasi protokol kesehatan kepada anak-anak di Rumah Baca Sahabat Pena, Kampung Alang Besar, Desa Kebon Cau, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, Jumat (10/9/21) sore.

Penggiat literasi yang juga pendiri Rumah Baca Sahabat Pena, Sri Mulyo menegaskan, masyarakat pembelajar adalah pemegang kunci kemajuan bangsa, karena salah satu syarat utama pembentukan masyarakat pembelajar adalah masyarakat yang gemar membaca.

“Tingkat literasi sangat berkorelasi positif terhadap ekonomi dan kesejahteraan. Akses dan penguasaan ilmu pengetahuan, akan menjadi modal bagi seseorang untuk lebih berdaya dalam meningkatkan kualitas hidup,” ungkapnya, Jumat (10/9/21).

Setiap bangsa, kata pria yang akrab disapa Mul, wajib menguasai keterampilan yang meliputi literasi dasar yakni, kompetensi dan karakter.

Literasi dasar meliputi enam komponen yaitu, literasi baca tulis, literasi berhitung, literasi sains, literasi teknologi informasi dan komunikasi, literasi keuangan serta literasi budaya dan kewarganegaraan.

“Dengan menguasai berbagai keterampilan, masyarakat diharapkan mampu mengimbangi laju perubahan yang semakin berkembang,” ungkapnya.

Menurut Mul, meski gerakan literasi sekolah memberikan kontribusi positif. Namun, pada masa pandemi dan menjelang Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah, siswa harus diberikan pemahaman pentingnya protokol kesehatan.

Orang tua, guru dan Pemerintah wajib melindungi anak-anak agar tidak menjadi klaster baru Covid-19.

“Seperti kita ketahui, Pemerintah telah memberikan kelonggaran untuk PTM di sekolah pada daerah-daerah yang angka penyebaran Covid-19 nya sudah menurun. Kendati demikan kita harus tetap hati-hati dan kita harus melindungi anak-anak kita dengan memberikan pemahaman pentingnya prokes saat mereka berada di sekolah,” ucap Mul.

Sebelumnya, Sekertaris Daerah Kabupaten Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid juga menegaskan, bahwa Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di tengah pandemi Covid-19 harus lebih berhati-hati dikarenakan pandemi belum berakhir.

Untuk itu, kata Sekda, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, ingin mensimulasikan terlebih dahulu pembelajaran tatap muka sambil melihat situasi perkembangan Covid-19 di Kabupaten Tangerang.

“Ada beberapa kriteria yang sudah digaris bawahi oleh Bapak Bupati dalam hal ini, yaitu kepada sekolah yang siswa-siswi nya sebagaian besar sudah melaksanakan vaksinasi minimal 60 hingga 80 persen termasuk guru-gurunya serta kepala sekolahnya. Itulah sekolah yang bisa melaksanakan uji coba pembelajaran tatap muka yang akan di mulai hari senin tanggal 13 hingga tangal 18 September nanti,” kata Sekda saat memimpin rapat kesiapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kabupaten Tangerang, yang berlangsung di Ruang Rapat Cituis melalui zoom meeting yang diikuti guru, kepala sekolah, camat, dan lurah Se-Kabupaten Tangerang, pada Kamis (9/9/21).

Uji coba PTM selama 4 hari ini, jelas Sekda, pihak sekolah harus mempersiapkan protokol kesehatan seperti halnya harus menyiapkan sarana yang diwajibkan seperti tempat cuci tangan,hand sanitizer, alat pengukur suhu serta menerapkan protokol kesehatan wajib memakai masker, jaga jarak, menghindari kerumunan.

Untuk kapasitas ruangan dengan jumlah murid yang hadir akan diberlakukan sebanyak 50 persen, jika muridnya 40 orang maka diberlakukan 20 orang pembelajaran tatap muka secara bergantian setiap satu hari sekali.

Pembelajaran setiap harinya akan dilakukan selama 120 menit atau 2 jam lamanya, dengan kondisi penerapan protokol kesehatan yang ketat; menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan, dan menghindari kerumunan.

“Jika ada siswa yang mengalami sakit dan terkonfirmasi Covid-19, maka pembelajaran tatap muka akan dihentikan,” ujar sekda.

Sekda meminta ketika diberlakukan PTM pada Senin besok, para Camat dan Lurah agar memonitor langsung kondisi berjalannya penerapan protokol kesehatan di sekolah mulai dari pengecekan suhu, tersedianya wastafel atau tempat cuci tangan dan siswa yang masuk sekolah agar wajib menggunakan masker. (mt03)

Tinggalkan Balasan