Relaksasi PSBB, Pegadaian Ungkap Sisa Pinjaman Naik Rp730 Miliar di Tangsel dan Jaksel

oleh -

Monitor, Tangsel – PT Pegadaian (Persero) mengungkap bahwa diberlakukannya relaksasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memicu pula nilai capaian positif sisa pinjaman.

Berdasarkan data sebelumya pada tanggal 31 Mei 2020, PT Pegadaian Kantor wilayah (Kanwil) IX Jakarta 2 yang meliputi Tangsel dan sebagian Jakarta Selatan membeberkan, bahwa sisa pinjaman yang diberikan dengan berbagai produk kepada masyarakat mencapai Rp712 miliar.

Jumlah itu kini mengalami peningkatan seiring relaksasi PSBB, di mana hingga tanggal 24 Juni 2020 PT Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 mencatat angka kenaikan mencapai Rp18 miliar, yakni menjadi Rp730 miliar.

“Kalau sebelumnya pertumbuhan itu bisa sampai 5 persen, sekarang hanya bisa 2 sampai 3 persen. Transaksinya banyak, kita langsung melihatnya pada sisa pinjaman. Misalnya untuk area Cirendeu (Kanwil IX) peningkatannya sudah cukup bagus,” ungkap Deputi Bisnis Area Cirendeu PT Pegadaian, Sucahya Prabawa Laksana, usai menyalurkan bantuan CSR guna pembangunan Masjid Darussalam, Kademangan, Setu, Sabtu (27/6/2020).

PT Pegadaian (Persero) Kanwil IX Jakarta 2 sendiri memiliki 58 outlet yang tersebar di Tangsel dan sebagian Jakarta Selatan. Namun sebelum memasuki relaksasi PSBB, hanya unit induk dan beberapa unit-unit yang operasional yaitu sekira 10 hingga 20 unit outlet.

Lalu per tanggal 26 Mei 2020 atau sehari setelah libur lebaran Idul Fitri sampai periode bulan Juni saat ini kembali terjadi kenaikan. Kebanyakan nasabah mendatangi pegadaian dengan alasan membutuhkan modal untuk memulai usahanya seiring fase relaksasi PSBB.

“Karena memang masyarakat mulai banyak berusaha, dan mereka banyak membutuhkan dana-dana modal kerja maupun untuk pengembangan usahanya. Kalau yang digadaikan rata-rata barang emas, perhiasan. Peningkatan ini jika dibandingkannya dengan periode Mei ya, tapi kalau dibandingkannya dengan tahun lalu ya memang pertumbuhannya tidak sesuai target karena adanya wabah Covid-19,” jelasnya.

Meski capaian tahun ini di bawah target dari pertumbuhan tahun lalu yang berkisar antara 20 hingga 25 persen, namun Sucahya optimis jika berdasar grafik pertumbuhan dari bulan ke bulan terjadi peningkatan. Capaian itu, dikatakannya, sebagai imbas dimulainya tahapan relaksasi menuju era New Normal.

“Kita optimislah, walaupun mungkin tidak mencapai target seoptimal mungkin tapi untuk target optimis kita terlampaui. Ya, Berpengaruh (Relaksasi PSBB),” tandasnya.(bli)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *