Sambangi Korban Pencabulan di Ciputat, Lurah Tomi Janji Bakal Kawal Kasusnya Sampai Meja Hijau

oleh -
Keluarga korban saat didatangi Satgas Perlindungan Anak di Ciputat

Monitor, Tangsel- Lurah Cipayung Tomi Patria Edwardy menyambangi kediaman bocah perempuan berinisial A (7) di Cipayung, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel). Bocah perempuan itu menjadi korban pencabulan dari seorang pria yang tak lain berstatus pamannya sendiri bernama Daniel (53).

Selain A, rupanya Daniel telah sekian tahun lamanya pula mencabuli anak tirinya berinisial J (15). Semua perbuatan itu baru terungkap, setelah korban A secara tidak sengaja melontarkan kata-kata tak pantas saat menonton acara televisi bersama kedua orang tuanya.

Kepada Monitor ayah korban A bercerita, jika putrinya itu mengucapkan kata-kata tak pantas yang tak pernah dilakukan sebelumnya. Setelah dicari tahu, barulah A mengakui jika pelaku telah mempraktekkan perbuatan cabul beberapa waktu lalu.

“Kita kaget kan, kok tiba-tiba ngomong begitu anak saya. Terus saya sama ibunya tanya, akhirnya anak saya bilang kalau si pelaku ini sering gesekin kemaluannya begitu,” tutur Misbahus Subur (43) ditemui di kediaman, Jumat (7/8/2020).

Daniel pun terungkap mencabuli anak tirinya sendiri, J, sejak sekira 8 tahun lalu. Dia melakukan hal sama dengan menggerayangi bagian tubuh J tanpa sepengetahuan istrinya.

“Kakaknya korban J ini bilang ke saya, kalau adiknya digituin juga, dia baru bilang karena sebelumnya memang nggak berani ngomong. Jadi dari waktu masih SD, sekarang kan korban si J ini sudah kelas 1 SMA,” imbuh Misbah.

Daniel sendiri menikahi janda dengan 3 anak bernama Mariah. Mariah memiliki hubungan dengan Misbahus Subur sebagai kakak-beradik. Namun entah mengapa usai terkuaknya perilaku Daniel, Mariah justru mendesak keluarga korban mencabut laporan polisi soal pencabulan itu.

“Dia (Mariah) kan saudara kandung saya, sengaja saya kumpulin semua biar jadi saksi kalau suaminya ini nggak bener, karena korbannya anaknya sendiri, keponakannya sendiri. Walaupun ini aib, tapi kalau dibiarin nggak dilaporin, terus menempuh perdamaian, bisa terulang lagi ke depannya. Kita nggak mau itu terjadi,” ucap Misbah.

Pelaku telah dibawa ke Mapolres Tangsel pada Rabu 5 Agustus 2020 malam. Dia ditahan di sana, setelah keluarga korban disaksikan pula pengurus lingkungan setempat bermusyawarah menghindari amuk massa warga sekitar.

“Malam Kamis kemarin kita bawa ke Polres, nah ini infonya mau diusahain sama istrinya biar dilepasin,” tambahnya.

Lurah Cipayung Tomi Patria Edwardy turun langsung memberikan pendampingan kasus terhadap keluarga korban. Dia menegaskan, bakal mengawal kasus ini hingga masuk pengadilan. Beberapa data pun diminta guna dilaporkan ke Satgas Perlindungan Anak Kota Tangsel dan Komnas Perlindungan Anak.

“Saya segera berkoordinasi dengan Satgas perlindungan anak agar para korban ini mendapat perlindungan dan pemulihan rasa trauma. Saya pastikan akan mengawal kasus ini, jadi kalaupun ada tekanan terhadap keluarga korban saya bilang jangan takut, proses hukum ini harus berjalan,” tegasnya.

Tomi yang juga sedang mencalonkan diri maju sebagai calon Wali Kota Tangsel itu menghibur korban serta memberikan dukungan pihak keluarga. Dia menyampaikan pesan, kepada pengurus RT dan RW agar waspada terhadap praktik predator seks yang menjadikan anak-anak sebagai korban.

“Saya juga mengimbau kepada warga, RT dan RW, agar mewaspadai hal seperti ini. Justru sekarang itu pelakunya rata-rata orang dekat, bukan orang jauh. Kita sebagai orang tua harus memerhatikan benar aktivitas anak-anak kita,” pungkasnya.

Hingga saat ini, pihak kepolisian dari penyidik unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Tangsel masih belum bisa memberikan keterangan soal kasus pencabulan yang dilakukan Daniel.(bli)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *