Senyum Bahagia Dhuafa dan Yatim Terima 500 Sembako dari Masjid Baitussalam

oleh -

Monitor, Tangsel – Sebanyak 500 paket sembako disalurkan kepada kaum dhuafa dan anak-anak yatim yang berada di sejumlah wilayah Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Minggu (2/05/21).

Pemberian bantuan sosial itu berlangsung terbatas di area Masjid Baitussalam, Perumahan The Green BSD, Cilenggang, Serpong. Mereka yang hadir hanyalah sebatas perwakilan atau pun kordinator dari masing-masing penerima bantuan.

Ketua Yayasan Masjid Baitussalam, Muhamad Suryo Alam, menerangkan, tiap paket Sembako itu bernilai seharga Rp175 ribu. Terdiri atas beras sebanyak 5 kilogram, mi instant, minyak goreng, sarden, dan teh celup. Donasinya sendiri murni 100 persen dari sumbangan para jamaah masjid.

“Alhamdulillah pada hari ini Jamaah Baitussalam akan memberikan santunan kepada yatim-piatu 500 anak dari berbagai yayasan, juga 500 paket Sembako senilai Rp175 ribu kalau dirupiahkan kepada kaum dhuafa,” katanya di lokasi.

Menurut Suryo, selain kegiatan santunan dan pemberian bantuan paket Sembako. Yayasan Masjid Baitussalam juga menggelar donor darah pada Rabu 28 April 2021. Aksi sosial itu, kata dia, dilakukan untuk mengimplementasikan makna “Hablum Minan Naas” di ranah sosial.

“Di bulan Ramadan itu diharapkan banyak bersedekah membantu kepada sesama. Ini dikumpulkan murni dari jamaah masjid. Kami ucapkan terimakasih kepada warga The Green, sehingga keberadaan masjid ini bisa terasa manfaatnya buat warga sekitar,” sambungnya.

Dilanjutkan dia, situasi pandemi yang terus berlangsung hingga saat ini berdampak pada kesulitan ekonomi. Terutama bagi mereka yang memang sebelumnya menyandang status keluarga miskin. Oleh karenanya, ucap Suryo, saling berbagi satu sama lain penting dilakukan.

“Di masa pandemi ini, kalau kita lihat kondisi masyarakat setahun ini tambah susah, ekonomi belum bergerak naik, pemerintah juga mengalami kesulitan. Jadi bagi warga yang memiliki kelebihan dan mampu memberi kontribusi kepada masyarakat itu yang kami harapkan. Kami memercayai, karena para kiai, ustad, mengatakan salah satu obat penangkal pandemi itu adalah sedekah,” terangnya.

Di lokasi yang sama, Ketua DKM Masjid Baitussalam, Djindar Rohani, mengatakan, bahwa santunan dan pemberian bantuan paket Sembako serta donor darah merupakan rangkaian perayaan milad ke-12 Masjid Baitussalam pada bulan Mei lalu. Namun karena terbentur pandemi, perayaannya dikemas dengan aksi sosial terbatas.

“Kita ini sebenarnya ini setiap tahun kan ada milad di bulan April-Mei, karena pandemi maka peringatan miladnya dalam bentuk kegiatan sosial ini. Karena kita bagikan paket Sembako, jadi secara total itu beras yang kita bagikan itu 2,5 ton beras. Kita saat ini full donasinya dari jamaah, kalau tahun lalu kan dibantu juga dari Baznas,” ucapnya.

Sebagai perwakilan pemerintah, Lurah Serpong Sukari Maesoferi S.Sos dan Lurah Cilenggang Umar Dhani S.Sos, nampak hadir pula di lokasi. Keduanya mengapresiasi bantuan yang diberikan Jamaah Masjid Baitussalam kepada warga sekitar.

“Hampir tiap tahun Masjid Baitussalam mengadakan bakti sosial berupa pemberian Sembako, santunan. Sekali lagi saya ucapkan banyak terimakasih kepada pengurus, DKM, Yayasan dan juga warga The Green yang sampai saat ini tetap solid bekerjasama dengan kelurahan atau pun warga perkampungan sekitar,” kata Umar Dani.

Senada dengan itu, Lurah Serpong Sukari Maesoferi bersyukur atas ketulusan jamaah Masjid Baitussalam membantu warganya dalam kesulitan pandemi saat ini. Menurut dia, dari catatan yang ada hanya sekira 983 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di wilayahnya yang menerima Bantuan Sosial Tunai.

“Sebelumnya ada sekitar 1500-an warga yang menerima, tapi di tahun 2021 ini menjadi 983 KPM saja. Artinya kan ada warga yang sebelumnya mendapat bantuan, jadi tidak menerima. Nah dengan adanya bantuan dari Masjid Baitussalam ini bisa menutupi warga yang belum mendapat bantuan itu. Kami benar-benar mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan Sembako ini,” ungkapnya.

Secara simbolik, banfuan Sembako diberikan kepada perwakilan kaum dhuafa yang datang. Begitupun santunan berupa uang tunai diberikan kepada anak-anak yatim dari berbagai yayasan. Senyum bahagia nampak terpancar dari wajah mereka, karena menganggap bantuan tersebut sangat meringankan beban kebutuhan mereka sehari-hari.(bli)

Tinggalkan Balasan