SMPN 9 Tangsel Peduli Bencana Garut

oleh
Kepala SMPN 9 Tangsel, H.Mardiyuana Abdilah beserta para guru dan perwakilan siswa saat mengunjungi korban bencana banjir bandang di Kabupaten Garut

TANGSEL, MT-  Musibah banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Garut, Jawa Barat dua pekan lalu tentu saja banyak menimbulkan empati masyarakat dari berbagai daerah. Berbagai bantuan yang dibutuhkan  para korban banjir bandang tersebut juga terus berdatangan dari sejumlah lembaga maupun perorangan.

Kepedulian terhadap para korban banjir, salah satunya dilakukan pihak SMPN 9 Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Dengan sigap para siswa dan guru mengumpulkan bantuan untuk  disalurkan kepada para korban bencana.

“Setelah mendengar berita dari televisi, sehari setelah kejadian, pihak sekolah langsung mengumpulkan bantuan berupa makanan siap saji berupa mie instant, baju layak pakai dan juga uang untuk kemudian disalurkan kepada para korban banjir bandang di Garut,” kata Kepala SMPN 9, H. Mardiyuana Abdilah, Selasa(4/10/2016).

Setelah bantuan terkumpul perwakilan para guru dan siswa pun langsung berangkat menuju Garut. ” Kami berangkat menggunakan tiga buah mobil menuju Garut.  Selain perwakilan guru, ada tiga orang perwakilan siswa yang ikut dalam rombongan, mereka adalah para pengurus Osis,” sambung H. Mardi.

Meski begitu, rombongan dari SMPN 9 tersebut tidak dapat langsung ke lokasi bencana. Sebab, pasca kejadian tersebut, akses menuju lokasi kejadian sangat tidak memungkinkan untuk bisa dikunjungi.

“Kami diterima di posko bencana, dan bantuan tersebut kami berikan ke pihak Kodim 0611/ Garut untuk selanjutnya disalurkan kepada para korban. Sebab kondisinya pada saat itu tak memungkinkan rombongan untuk menyerahkan bantuan secara langsung,” terang mantan Kepala SMPN 10 dan 17 Kota Tangsel itu.

Kepala SMPN 9 Tangsel, H.Mardi berharap bantuan yang diberikan pihak sekolah dapat membantu meringankan beban para korban bencana.

“Kami turut berduka atas musibah yang dialami saudara-saudara kita di Garut. Semoga mereka dapat bersabar dalam menghadapi cobaan ini,” pungkasnya.

Seperti diketahui, banjir bandang Garut tersebut telah menerjang tujuh kecamatan di Kabupaten Garut pada Selasa (20/9) malam. Ketujuh kecamatan itu adalah Bayongbong, Garut Kota, Banyu Resmi, Tarogong Kaler, Tarogong Kidul, Karang Pawitan, dan Samarang.

Akibat bencana itu, 34 orang tewas, 19 orang masih dalam pencarian, dan tidak kurang dari 1.000 jiwa diungsikan, merusak sekitar 594 bangunan terdiri dari sekolah, asrama TNI, rumah sakit, pemukiman, PDAM dan menghanyutkan 57 bangunan lainnya. (mt02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *