Soal Nanotechnology, Indonesia Layaknya Belajar pada Iran

oleh -

Monitor, Tangsel- Kedutaan Besar Iran bersama Delegasi Nanotechnology Task Force Team Iran melakukan kunjungan ke Puspiptek, Kota Tangerang Selatan(Tangsel), Rabu (12/4/2017).

Kunjungan yang dijadwalkan dari Senin hingga Kamis(10- 13/4/2017) ini dimanfaatkan untuk membahas upaya pengembangan tindak lanjut hasil kunjungan Menteri Koordinator Perekonomian RI ke Iran bulan lalu.

Kepala Puspiptek, Sri Setiawati mengatakan ini sebagai tindak lanjut MoU Indonesia dengan Iran disemua sektor dan riset di bidang teknologi, pendidikan hingga komersialisasi.

“Perjanjian ini lebih mengarah dan berkaitan dengan pengembangan produk. Oleh karena itu, kita semua sepakat melakukan kerjasama mulai dari join workshop, seminar, riset bersama hingga komersialisasi hasil penelitian,” ujarnya.

Dalam kunjungan ini, menurutnya, kedua belah pihak saling memberitahu teknologi yang ada seperti di pertanian, yang bisa diolah menjadi lebih besar. Contohnya, kunyit dan jahe yang diolah menjadi produk kecil (nano) yang lebih banyak manfaatnya.

Usai kunjungan ini, peserta delegasi akan berkesempatan untuk mengunjungi Pusat Teknologi Material (PTM) BPPT sebagai pusat/laboratorium yang melakukan penelitian dibidang nanoteknologi di Kawasan Puspiptek.

Peserta delegasi juga melihat secara langsung produk-produk dan fasilitas apa saja yang tersedia guna menunjang penelitian di bidang nanoteknologi.

Diketahui saat ini, Iran menempati urutan ke 15 negara terkemuka di dunia yang berhasil mengembangkan nanoteknologi bagi kepentingan ilmiah, kesehatan maupun inovasi produk-produk industri Iran, terutama di bidang konstruksi, tekstil, energi, pertanian, hingga food packing.(han/mt02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *