Stok Darah Berkurang, PMI Tangsel Gelar Donor Selama 3 Hari

oleh
Untuk menambah stok darah yang mulai berkurang, PMI Tangsel menggelar donor darah selama 3 hari di Teras Kota, BSD.

Monitor, Tangsel – Palang Merah Indonesia (PMI) kota Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar donor darah selama 3 hari yang diadakan di Teras Kota, BSD. Acara donor darah tersebut dalam rangka menambah stok darah yang mulai berkurang sejak Januari 2019 lalu.

Tim Pelestarian Donor Darah PMI Tangsel, Fajar mengungkapkan pengurangan stok darah tersebut dikarenakan partisipasi masyarakat yang menurun dalam mendonorkan darahnya.

“Memang hal itu terjadi setiap tahunnya. Biasanya masyarakat itu tidak mau mendonorkan darahnya pada saat bulan Ramadhan dan setelah tahun baru. Mereka kebanyakan beranggapan donor darah itu akan mengurangi darah dan membuat pusing-pusing, apalagi pada saat puasa dan setelah tahun baru dimana badan kita dipakai untuk aktifitas secara lebih, seperti liburan dan lain-lain. Padahal tidak seperti itu,” kata Fajar, Rabu (23/1/2019).

Menurutnya ketika seorang yang hendak mendonorkan darahnya harus dicek terlebih dahulu tensi dan trombositnya. Sehingga mengetahui kondisi kesehatannya dan pada saat itu seseorang dipastikan boleh atau tidaknya mendonorkan darah.

Masyarakat menurutnya tidak usah takut akan kekurangan darah karena tim PMI sendiri mempunyai prosedur, terutama kesehatan, bagi yang hendak menjadi relawan donor darah.

“Dihari-hari biasa sebetulnya normal. Banyak masyarakat yang mendonorkan darahnya, kecuali di dua hari itu, yaitu hari-hari puasa dan setelah tahun baru, ya Januari ini lah. Untuk hari ini kami menargetkan sampai 50 pendonor, berarti kalau sampai 3 hari jumlahnya 150. Tapi kenyataannya cuma dapat sekitar 60 relawan saja dalam 3 hari itu” jelas Fajar.

“Darah itu kan tidak diproduksi secara massal dan dibuat oleh mesin, tapi darah itu berasal dari diri kita, manusia. Jadi saya sih terus mensosialisasikan kepada masyarakat agar peduli terhadap korban yang kekurangan darah,”lanjutnya.

Fajar mengutarakan nantinya darah-darah hasil pendonoran itu akan diberikan secara geratis kepada rumah sakit-rumah sakit yang ada di Tangsel yang sudah bekerja sama dengan Pemkot, dan diperuntukan kepada pasien yang sangat membutuhkan darah seperti pasien cuci darah, Demam Berdarh Dangue (DBD), Pasien Kecelakaan, dan lain-lain.

Yuka, salah satu relawan donor darah mengatakan, dirinya merasakan biasa saja setelah prosesi pengambilan darah, malah menurutnya setelah satu hari kedepannya badannya terasa agak enak dan segar.

Dirinya sudah beberapa kali donor darah karena merasa di Indonesia ini termasuk Tangsel pasokan darah itu minim.

“Saya sih baca-baca di Google aja yang katanya pasokan darah di Indonesia itu sangat minim baik darah A, B, AB, dan O. Jadi saya donor darah ini ikut membantu menstabilkan pasokan darah. Urusan buat siapa darah itu bukan urusan saya,” kata Yuka.

“Sedangkan pada saat pengambilan darah itu memang terasa darah kita itu sedang diambil. Asalkan setelah itu kita jangan langsung bergerak bangun. Tunggu sekitar 5 menit dan badan kita jangan ada yang tertekuk agar darah dalam tubuh kita mengalir lancar kembali,” pungkasnya. (mik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *