Sukseskan Program Bogor Cerdas, Ketua PGRI Ajak Ormas Lakukan ini

oleh -

Monitor, Bogor-  Keterlibatan organisasi kemasyarakatan (Ormas) dalam mewujudkan program Bogor Cerdas bisa dilakukan melalui kegiatan PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat),  sebab keberadaan organisasi memiliki unsur pembelajaran sebagaimana trias pendidikan yang melibatkan pendidikan di keluarga, lingkungan sekolah, dan  juga masyarakat.

Hal tersebut diungkapkan Ketua PGRI Kabupaten Bogor, Amsohi saat menjadi narasumber dari unsur Dinas Pendidikan dalam acara coffee morning yang digelar Bakesbangpol bersama 32  organisasi kemasyarakatan yang ada di Kabupaten Bogor.

Acara bertemakan “Menjaga dan Meningkatkan Sinergitas Antar Organisasi Kemasyarakatan dengan Pemerintah Daerah dalam mewujudkan Kabupaten Bogor Termaju Nyaman dan Berkeadaban pada Rabu(25/5/2022) di Kantor Kesbangpol juga di hadiri sejumlah Pejabat OPD dan dibuka Plt. Bupati Bogor, Iwan Setiawan.

Dalam paparannya, Amsohi mengatakan, program wajib belajar (Wajar) pendidikan dasar 9 tahun di Bogor  baru ada diangka rata rata 8,3 persen.   Kendalanya ternyata, yang berkontribusi terhadap angka rata rata lamanya sekolah adalah usia 25 tahun keatas.

Bagi warga Kabupaten Bogor usia diatas 25 tahun yang belum menyelesaikan pendidikan dasar setingkat SMP sederajat sambung Amsohi,  tentunya menjadi persoalan  dan tanggung jawab bersama.

“Program Mawar Sagu (lima warga satu guru)  bagian dari solusi untuk meningkatkan harkat martabat dan derajat kabupaten Bogor khususnya diangka rata rata lama sekolah,” ujarnya.

Ketika berbicara pendidikan, sambung Amsohi, tentunya mencakup tiga sektor yakni informal, formal dan non formal. Menurutnya, warga usia diatas 25 tahun  harus memiliki tempat yang pas untuk mereka belajar.

“Mereka tidak mungkin disekolah formal, karena terkendala faktor usia,” jelasnya.

Mantan Kabid PAUD/PNF pada Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor itu juga mengungkapkan,  dari pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga SLTA usia maksimal sekolah formal lebih kurang 23 tahun. PKBM tentu menjadi sebuah solusi bagi usia diatasnya.

Maka itu, dengan tujuan yang sama yakni mengejar target rata rata Wajar Dikdas 9 tahun dibutuhkan peran serta organisasi kemasyarakatan guna membantu mendorong dan menyadarkan masyarakat akan pentingnya pendidikan.

“Teman-teman sekalian harus membantu mendorong menyadarkan masyarakat untuk meningkatkan status pendidikannya minimal 9 tahun. Berarti harus tuntas tingkat SMP sederajat,” tuturnya.

Demi suksesnya program ini, tambah Amsohi, Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor sebagai leading sektor nantinya akan mengkawal  terkait persoalan teknisnya.

“Apakah melalui Satgas atau yang lainnya. Intinya kita semua punya kewajiban yang sama mengingatkan warga untuk peningkatan status sosial pendidikan. PKBM menjadi wahana untuk meningkatkan kemampuan masyarakat.

“Selain itu, pendidikan terhadap warga diatas 25 tahun harus disanding dengan bentuk pendidikan pragmatis. Kalau pendekatan formal kadang ngga nyambung harus disiasati dengan cara pendekatan fungsional,” tandasnya. (mt01)

 

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.