Survei Pilkada di Tengah Pandemi, Golput Unggul Telak 55 Persen di Tangsel

oleh -
Direktur eksekutif Kajian Politik Nasional (KPN), Adib Miftahul

Monitor, Tangsel – Kota Tangerang Selatan (Tangsel) merupakan satu di antara banyak wilayah lain yang ikut menggelar Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Sementara ini, telah ada 3 pasangan calon yang siap bertarung.

Ketiga pasangan calon itu merupakan figur kuat yang mewakili kekuatan istana, dinasti, dan tokoh pribumi. Mereka adalah putri Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin, Siti Nur Azizah yang berpasangan dengan politisi PKS Ruhamaben.

Lalu petahana Benyamin Davnie yang berpasangan dengan Pilar Saga, putra Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah. Kemudian pasangan calon ketiga adalah Sekda Tangsel Muhamad yang berpasangan dengan Rahayu Saraswati, keponakan dari Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

Survei pun dilakukan terhadap ketiganya, serta sederet nama lain yang sempat digadang-gadang maju di Pilkada Tangsel. Hasilnya pun mengejutkan, di mana ternyata pemilih lebih banyak mengambil pilihan Golongan putih (Golput).

“Hasilnya mengejutkan, bahwa Golput menempati posisi 55 persen. Untuk para calon, Benyamin Davnie masih berada diperingkat pertama dengan 14,3 persen, peringkat kedua justru ada Siti Nur Azizah dengan 11,6 persen, Muhammad tergeser ke peringkat ketiga dengan 9,5 persen,” jelas Direktur eksekutif Kajian Politik Nasional (KPN), Adib Miftahul, saat pemaparan hasil survei, Rabu (5/8/2020).

Dipaparkan Adib, ada beberapa faktor yang dijadikan alasan para pemilih enggan ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) adalah karena ketakutan terpapar Covid 19. Alasan itu sedikit banyak memengaruhi tingginya angka Golput jika Pilkada dilangsungkan di tengah masa pandemi saat ini.

“Ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi KPU Tangsel bagaimana bisa menerapkan sistem pemungutan suara yang berbasis protokol Covid-19, dan meyakinkan para pemilih untuk datang ke TPS,” jelasnya.

Dilanjutkan Adib, ketika responden tidak dihadapkan dengan pilihan Golput, maka hasilnya Benyamin Davnie memperoleh elektebilitas tertinggi dengan 32,9 persen. Disusul Muhammad 25 persen dan Siti Nur Azizah 21,5 persen. Sedangkan untuk posisi calon wakil, peringkat tertinggi adalah Ruhamaben dengan 6,5 persen, lalu Pilar Saga 4,6 persen, kemudian Rahayu Saraswati 1,2 persen.

“Kita membuat simulasi pemilihan yang menghadapkan para calon dengan Golput dan tanpa Golput. Hal ini guna menunjukan siapa calon yang diuntungkan atau dirugikan dengan tinggi atau rendahnya angka Golput tersebut,” papar Adib.

“Ini harus menjadi perhatian bersama, bahwa angka Golput bisa mencapai 55 persen. Maka kami katakan, bahwa pemenang Pilkada dalam survei ini adalah Golput. Ini meningkat sekitar 10 persen dari Pilkada sebelumnya yang sekira 44,9 persen,” imbuhnya.

Kata dia, hasil survei yang menunjukan kecilnya elektebilitas Rahayu Saraswati dibanding calon lain menunjukan, bahwa pemilih di Tangsel merupakan pemilih rasional yang menitik beratkan pilihan pada calon yang dikenal dalam lingkup harian mereka.

“Persentase terkecil saat ini Rahayu Saraswati, karena mungkin secara figur tidak dikenal oleh masyarakat Tangsel. Kalau sisi Muhammad kita lihat cukup bagus, jadi tinggal Saraswati yang perlu kerja ekstra keras untuk mengimbanginya,” pungkasnya.

Survei KPN itu dilakukan pada periode tanggal 17 hingga 24 Juli 2020. Survei digelar mengunakan metode multistage random sampling, dengan jumlah responden sebanyak 440 orang. Sampling of error 4,8 persen, dengan tingkat kepercayaan 95 persen.(bli)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *