Temui Kadinkes Kabupaten Tangerang, HIPPI Siap Dukung Percepatan Vaksinasi

oleh -
Ketua DPC HIPPI Kabupaten Tangerang, Teguh Supriyanto saat menemui Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, dr.Desiriana Dinardianti

Monitor, Kabupaten,- Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) siap mendukung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang dalam mempercepat proses vaksinasi kepada pada masyarakat.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Ketua DPC HIPPI Kabupaten Tangerang, Teguh Supriyanto saat menemui Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, dr.Desiriana Dinardianti di kantornya di Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang, Tigaraksa, pada Rabu (27/10/21).

Teguh menjelaskan, dalam pertemuannya dengan Kepala Dinkes Kabupaten Tengareng tersebut, ia juga memperkenalkan pengurus DPC HIPPI Kabupaten Tangerang, HIPPI Mall dan produk Banyu Banten.

“Pointnya, pengenalan pengurus, Hippi Mall, Banyu Banten dan kerjasama percepatan program vaksinasi di Kabupaten Tangerang,'” singkat Teguh.

Diketahui sebelumnya, Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar meminta kepada seluruh Camat, Danramil, Kapolsek dan seluruh stakeholder yang ada di Kabupaten Tangerang, untuk membantu mempercepat proses vaksinasi.

“Saat ini konsepnya adalah gerai vaksinasi hingga ketingkat RT/RW bukan lagi nunggu di puskesmas atau gerai vaksin, jadi semua nakes yang tersedia akan disebar di seluruh RT/RW terutama di kecamatan yang jumlah vaksinasinya masih di bawah 60%. Jadi nanti, tolong semua dibuat timnya, ditetapkan perdesa dengan 14, 15 atau 20 gerai vaksin atau mau dibagi perdesa dengan beberapa gerai vaksin, yang penting target kita vaksin dosis pertama minimal harus bisa mencapai sekitar 35 ribu sampai 50 ribu perhari,” ungkap Bupati Zaki.

Menurutnya, Kabupaten Tangerang saat ini di Jabodetabek menjadi sorotan, tinggal Kabupaten Bogor dan Kabupaten Tangerang yang masih rendah capaian vaksinasinya. Oleh karena itu kita harus bisa mengejar ketinggalan tersebut.

“Tolong data mengenai masyarakat yang sudah tervaksin tetapi belum terupload di aplikasi atau terinput ini juga tolong disampaikan, karena ada kemungkinan masyarakat yang sudah melaksanakan vaksin tidak bisa langsung terupload ke data (PCare) karena entah NIKnya salah, ejaan nama salah atau macam-macam masalah administrasi, agar segera diselesaikan,” tegasnya. (mt02)

Tinggalkan Balasan