Terapkan New Normal, Pemkot Tangsel Genjot 2 Sektor Ini Guna Pulihkan PAD

oleh -
Sekda Tangsel, H. Muhamad

Monitor, Tangsel – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) bersiap menerapkan kebijakan tatanan normal baru atau New Normal. Pelaksanaannya bakal dimatangkan usai evaluasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap 3 yang berakhir 31 Mei 2020.

Pemerintah pusat sendiri menyatakan, bahwa ada 4 Provinsi dan 25 Kabupaten-Kota yang memberlakukan pelonggaran dengan tatanan New Normal. Beberapa wilayah itu di antaranya adalah Kota Tangsel, Kota Tangerang, dan Kabupaten Tangerang.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangsel, Muhamad, menjelaskan, evaluasi pematangan soal penerapan New Normal baru akan dilakukan pada 1 Juni 2020. Beberapa poin yang ditekankan adalah tentang cara memerbaiki kondisi ekonomi yang merosot tajam.

“Jadi fokus yang kita kejar nanti adalah soal memulihkan kembali kondisi ekonomi kita. Karena hampir semua energi kita terkuras ke penanganan Covid-19. Sektor perdagangan dan jasa akan kita dorong, karena sekarang ini kondisinya anjlok akibat penyesuaian kebijakan PSBB. Padahal PAD kita paling banyak ditopang 2 sektor itu,” kata Muhamad di Ciputat, Tangsel, Kamis (28/5/2020).

Menurut Muhamad, pemulihan ekonomi daerah menjadi hal prioritas di masa wabah saat ini. Karena, dilanjutkan dia, semenjak pemberlakuan PSBB maka seluruh instrumen 2 sektor itu tidak bisa membuka layanan secara optimal. Misalnya, hotel dan restoran tutup, mall, pusat niaga, serta perkantoran tak beroperasi.

“Maka mau tidak mau kita harus hidupkan lagi sektor ekonomi, PAD kita kan paling banyak dari situ. Tahapan-tahapannya nanti kita matangkan dulu saat evaluasi PSBB tahap 3,” jelasnya.

Dikatakan dia, awal Juni nanti sejumlah fasilitas secara bertahap akan dikaji untuk dibuka bagi umum. Di antaranya mal atau pusat perbelanjaan, rumah ibadah, perkantoran, hotel, hingga restoran. Hanya saja, New Normal itu sendiri bakal diiringi dengan ketentuan protokol kesehatan Covid-19.

“Nanti kita evaluasi dulu. Jadi tahap awal yang dibuka untuk sektor ekonomi dulu, tapi tetap mengetatkan protokol kesehatan Covid-19 seperti jaga jarak, mengenakan masker dan rajin mencuci tangan. Kondisinya memang berbeda dengan situasi normal sebelum wabah,” tukas Muhamad.

Presiden Joko Widodo sebelumnya menerangkan, pemerintah akan menerjunkan petugas kepolisian dan TNI di beberapa titik keramaian. Menurut data yang ada, total terdapat 1.800 objek keramaian yang bakal dijaga ketat polisi dan TNI guna menerapkan kedisiplinan tatanan New Normal.

Tujuannya adalah untuk menertibkan masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan Covid-19. Sehingga meskipun aktivitas masyarakat sudah dibuka kembali, namun penularan virus Corona dapat dicegah.(bli/mt01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *