Terdampak Covid, 60 Persen UMKM di Pamulang Square Butuh Bantuan Modal

oleh -

Monitor, Tangsel – Dampak pandemi Covid-19 membuat pelaku usaha kesulitan untuk bisa bertahan. Sebagian mereka, khususnya kalangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) banyak yang terpaksa gulung tikar.

Kondisi serupa banyak dialami pelaku UMKM di berbagai wilayah, salah satunya di Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Mereka mengeluh, omset pendapatan jauh menurun sejak pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap pertama pada 18 April 2020 silam.

Monitor coba menyambangi kios pelaku UMKM yang berada di kawasan Pamulang Square, Pamulang, Kamis (9/7/2020). Data yang dihimpun, total ada sekira 400-an kios UMKM di sana. Namun sejak April lalu, sudah 25 persen nya hengkang akibat bangkrut.

“Waktu bulan April itu terasa banget dampaknya, apalagi waktu kebijakan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) yang minta mall ditutup. Saya dari total ada 6 kios tinggal 2 kios karena omsetnya turun sampai 80 persen. Banyak yang tutup juga,” tutur Irwan, pemilik usaha UMKM di Pamulang Square.

Meski PSBB tahap 6 saat ini memberi pelonggaran bagi pelaku usaha, namun Irwan mengungkapkan, UMKM yang berada di Pamulang Square tengah mengalami kesulitan untuk permodalan. Apalagi, situasi itu diperparah dengan sepinya kunjungan konsumen.

“Ini kan pengunjung belum ramai seperti biasa, omset kita belum belum normal. Sementara kita butuh modal tambahan dana buat bertahan, itu yang belum ada solusi. Saya kira pemerintah kota Tangsel mau bantu cari solusi buat kami,” ucapnya.

Pantauan di area lobi utama Pamulang Square menunjukkan tak sedikit kios yang tutup. Beberapa lapak semi permanen yang biasanya terletak di depan kios, juga terlihat kosong melompong. Kondisi itu telah berlangsung sejak periode April lalu.

“Kita sampai putar akal untuk mencarikan solusi juga buat mereka, kita berikan diskon potongan harga sewa sampai 40 persen. Kita juga bisa memahami kondisi ini agar membantu mereka bertahan dalam usahanya,” terang Chief Operasional Pamulang Square, Eru Cipta, ditemui terpisah.

Dilanjutkan Eru, kesulitan yang dialami pelaku UMKM di area Pamulang Square akan terus berkelanjutan selama belum ada intervensi dari Pemkot. Setidaknya, kata dia, masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) meyakinkan masyarakat soal amannya lokasi perbelanjaan selama menerapkan protokol Covid-19.

“Kondisi ini harus dapat perhatian dari OPD terkait, misalnya soal permodalan dari Dinas koperasi dan UMKM, soal promosi ke masyarakat dari dinas pariwisata, soal keamanan Covid-nya dari dinas kesehatan. Kalau tidak dibantu, maka 60 persen UMKM di sini sangat mungkin gulung tikar,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Tangsel memberi harapan segar kepada pelaku UMKM yang terdampak Covid-16. Dia mengatakan pemerintah akan mengurangi serta menghapus PPH kepada pelaku usaha jika omsetnya terpengaruh signifikan.

“Jadi mereka bisa melaporkan omsetnya kalau memang faktanya omsetnya nol selama bulan kemarin itu, nanti dapat insentif. Jadi mereka nggak PPH, kompensasinya melalui pengurangan PPH. Tapi mereka harus melaporkan omsetnya ke Badan Pendapatan Daerah,” jelas Davnie.

Dikatakannya, selain PPH maka peran lain yang dilakukan pemerintah dalam membantu pelaku UMKM adalah dengan membantu penjaminan kepada Perbankan. Sehingga, manakala pelaku UMKM mengajukan pinjaman bisa diperantarai oleh pemerintah.

“Begini, kita sudah bicara ke pihak Perbankan, KUR itu salah satu upaya pemerintah untuk mendorong modal para pelaku ekonomi kecil. Kesulitan mereka adalah soal jaminan, jaminan itu nanti bisa kita cover Pemkot, sepanjang mereka memenuhi persyaratan lainnya. Biasanya kalau KUR itu ada jaminan, nah ini jaminan itu kalo tidak ada akan di cover oleh Pemkot,” tandasnya.(bli)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *